Banner Promo
Headline

Baru 4 Bulan Menjabat, Direksi PDAM Makassar Bikin Gebrakan: Laba Tembus Rp17 Miliar

×

Baru 4 Bulan Menjabat, Direksi PDAM Makassar Bikin Gebrakan: Laba Tembus Rp17 Miliar

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR liputan8.id — Perumda Air Minum Kota Makassar mencatat kinerja keuangan yang mencuri perhatian. Baru sekitar empat bulan setelah jajaran direksi dilantik pada April 2026, laba perusahaan daerah itu disebut telah menembus Rp17 miliar hingga Juli 2026.

Capaian tersebut jauh melampaui target laba yang ditetapkan untuk tahun 2026, yakni sekitar Rp8,4 miliar. Artinya, capaian laba hingga Juli telah berada lebih dari dua kali lipat dari target tahunan.

RS Daya MKSR

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, hingga Juni 2026 laba PDAM Makassar tercatat mencapai sekitar Rp15,9 miliar, atau setara 188,8 persen dari target tahunan. Angka tersebut kembali meningkat hingga mencapai sekitar Rp17 miliar pada Juli.

Lonjakan kinerja ini menjadi salah satu catatan penting dalam masa awal kepemimpinan jajaran direksi baru. Pembenahan internal, efisiensi belanja, serta pengendalian biaya disebut menjadi bagian dari strategi untuk memperbaiki kinerja perusahaan.

Salah satu aspek yang mendapat perhatian adalah pengendalian rasio pegawai terhadap pendapatan. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga struktur biaya agar tetap sehat sehingga pendapatan perusahaan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, peningkatan tersebut terlihat cukup mencolok. Hingga Juni 2025, laba PDAM Makassar tercatat sekitar Rp1,8 miliar.

Namun, capaian tersebut tetap perlu dibaca secara proporsional. Laba Rp17 miliar hingga Juli 2026 tidak dapat disamakan begitu saja dengan laba sepanjang 2025 yang berada di kisaran Rp17,3 miliar. Perbandingan yang lebih tepat adalah capaian pada periode yang sama.

Bagi masyarakat Makassar, angka miliaran rupiah tersebut tentu bukan sekadar soal laporan keuangan. Kinerja finansial perusahaan daerah pada akhirnya diharapkan berujung pada pelayanan air bersih yang semakin baik dan dirasakan langsung oleh pelanggan.

Tantangan PDAM juga belum selesai. Ketersediaan air baku, kontinuitas distribusi, pemerataan pelayanan, hingga kebutuhan peningkatan infrastruktur masih menjadi pekerjaan yang harus dijawab manajemen.

Karena itu, lonjakan laba menjadi modal penting untuk memperkuat perusahaan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan. Efisiensi diharapkan tidak berhenti pada pencapaian angka keuntungan, tetapi ikut mendorong investasi dan pembenahan layanan.

Dengan target tahunan yang sudah terlampaui hanya dalam beberapa bulan, jajaran direksi PDAM Makassar kini memiliki tantangan baru: menjaga tren positif tersebut hingga akhir tahun.

Sebab, bagi warga sebagai pelanggan, ukuran keberhasilan PDAM bukan hanya seberapa besar laba yang berhasil dibukukan, tetapi seberapa besar perubahan itu mampu menghadirkan layanan air bersih yang lebih lancar, merata, dan dapat diandalkan.(amr)

DPRD Makassar

Bapenda