Hadiri Pesta Rakyat Panakkukang, Appi Dorong Warga dan UMKM Lokal Tumbuh Bersama
MAKASSAR liputan8.id – Pesta rakyat di Kecamatan Panakkukang tidak ingin hanya menjadi panggung hiburan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong agar setiap kegiatan pemerintah mampu menghadirkan manfaat langsung bagi warga, terutama dengan melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Pesan itu disampaikan Munafri saat menghadiri Pesta Rakyat Kecamatan Panakkukang bersama Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, di Lapangan Sepak Bola AURI, Kelurahan Karampuang, Senin (31/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian pesta rakyat yang digelar Pemerintah Kota Makassar secara bergilir di 15 kecamatan.
Di hadapan warga, Munafri menegaskan bahwa pemerintah harus hadir lebih dekat dengan masyarakat. Kehadiran pemerintah, kata dia, bukan hanya melalui program pembangunan dan pelayanan publik, tetapi juga lewat kegiatan yang membuka ruang interaksi sekaligus menggerakkan perekonomian warga.
Karena itu, ia meminta setiap pelaksanaan kegiatan pemerintah di tingkat kecamatan tidak mengabaikan potensi ekonomi masyarakat setempat.
“Saya meminta agar pelaksana kegiatan untuk melibatkan masyarakat dan UMKM yang ada di tempat ini. Lebih bagus dibuat di Kecamatan Panakkukang juga supaya ekonomi tetap terus berputar di kecamatan ini,” kata Munafri.
Menurutnya, pelibatan UMKM dalam kegiatan pemerintah bukan sekadar formalitas. Perputaran uang di tingkat lokal dinilai penting agar manfaat dari aktivitas pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Munafri bahkan menyebut Pemkot Makassar tengah mendorong agar belanja pemerintah semakin banyak memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal.
“Kita mencoba membentuk struktur APBD bagaimana belanja pegawai ini kita maksimalkan, 50 persen belanja itu belanja lokal. Dari 50 persen belanja lokal itu, lebih dari 40 persennya kita akan belanja untuk UMKM,” ujarnya.
Pesta Rakyat Jangan Dipenuhi Pidato
Di tengah suasana pesta rakyat yang dipenuhi warga, Munafri juga memberikan catatan agar kegiatan serupa tidak kehilangan ruhnya.
Ia meminta pesta rakyat benar-benar menjadi ruang bagi masyarakat untuk bersuka cita, bukan justru berubah menjadi acara seremonial yang dipenuhi sambutan dan pidato.
“Ini pesta rakyat, sehingga harus dilaksanakan dengan sukacita,” tegasnya.
Menurut Munafri, panggung pesta rakyat seharusnya lebih banyak memberikan ruang bagi pertunjukan seni, kreativitas masyarakat dan hiburan yang dapat dinikmati bersama.
Dengan begitu, pesta rakyat tidak hanya menghadirkan keramaian, tetapi juga memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Panakkukang Jadi Contoh Merawat Keberagaman
Selain mengangkat sisi ekonomi, Munafri menyoroti karakter masyarakat Kecamatan Panakkukang yang dinilainya memiliki kekuatan dalam menjaga keberagaman.
Panakkukang merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas ekonomi yang cukup tinggi. Keberadaan pusat perbelanjaan, pasar dan berbagai aktivitas usaha menjadikan kecamatan ini sebagai salah satu kawasan penting dalam perputaran ekonomi Kota Makassar.
Namun, bagi Munafri, kekuatan Panakkukang tidak hanya terletak pada sektor ekonominya.
Keberagaman budaya dan kehidupan sosial masyarakat menjadi modal penting yang harus terus dirawat. Keberadaan Kampung Budaya, kata dia, menjadi salah satu gambaran bagaimana berbagai latar belakang masyarakat dapat hidup berdampingan dan membangun asimilasi budaya.
“Kegiatan kebudayaan sangat erat karena di sini ada Kampung Budaya. Di sini juga terjadi asimilasi budaya yang sangat baik,” jelasnya.
Munafri menyebut kondisi tersebut sebagai salah satu contoh bagaimana toleransi dapat tumbuh dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Ini menjadi salah satu contoh kecamatan yang benar-benar membangun nilai toleransi yang sangat baik. Mereka tumbuh bersama, tumbuh dengan baik, menjaga keragaman,” sebutnya.
Ia berharap nilai kebersamaan tersebut terus dipertahankan. Menurutnya, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan warganya menjaga persaudaraan di tengah perbedaan.
Ajak Warga Wariskan Kota yang Bersih
Dalam kesempatan itu, Munafri juga mengingatkan persoalan kebersihan yang menjadi salah satu perhatian utama Pemerintah Kota Makassar.
Ia ingin pembangunan kota hari ini tidak meninggalkan persoalan lingkungan bagi generasi berikutnya.
“Program pemerintah hari ini benar-benar ingin melihat Kota Makassar ini menjadi kota yang bersih, kota yang indah, kota yang sehat,” tegasnya.
Munafri menilai upaya menjaga kebersihan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting, terutama dalam pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.
Ia kembali mengajak warga membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah.
“Kita mengambil peran hari ini untuk mewariskan kepada generasi yang akan datang, bukan kota yang jorok dan kota yang kotor,” tuturnya.
“Tentu, juga atas kesadaran masyarakat yang tidak henti-hentinya kita berikan sosialisasi agar supaya bisa melakukan pemilahan sampah di tempatnya masing-masing,” sambung Appi.
Kemarau Panjang, Warga Diminta Bersiap
Munafri juga mengingatkan masyarakat mengenai kondisi musim kemarau yang masih berlangsung di Kota Makassar.
Menurutnya, warga perlu tetap memperhatikan ketersediaan air dan bersiap menghadapi kondisi cuaca kering yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.
“Kita berada dalam musim kemarau yang panjang. Menurut BMKG, hujan ini akan datang di akhir-akhir bulan Oktober, masuk sedikit lagi ke bulan November,” pungkasnya.
Bagi Munafri, pesta rakyat pada akhirnya bukan hanya soal panggung dan hiburan. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan pemerintah dengan masyarakat, menghidupkan ekonomi lokal, merawat toleransi, sekaligus mengajak warga bersama-sama menjaga wajah Kota Makassar.
Dengan semangat itu, pesta rakyat diharapkan tidak berhenti ketika lampu panggung dipadamkan, tetapi meninggalkan semangat kebersamaan yang terus hidup di tengah masyarakat. (*)








