MAKASSAR, Liputan8.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar terus memperkuat kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui program Jelajah Sampah yang menyambangi 14 kecamatan di Kota Makassar.
Program ini menjadi salah satu upaya untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah, terutama dengan membiasakan pemilahan sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Kebiasaan sederhana seperti memisahkan sampah organik dan anorganik dari rumah dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.
Melalui kegiatan *Jelajah Sampah*, DLH Makassar berupaya mendekatkan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat. Dengan menjangkau berbagai kecamatan, diharapkan semakin banyak warga yang memahami pentingnya memilah sampah sebelum dibuang atau diangkut ke tempat pengolahan.
Gerakan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian bersama bahwa menjaga kebersihan lingkungan bisa dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Program ini juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Makassar memperkuat sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Kepala DLH Makassar, Helmy Budiman, menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak cukup diukur dari banyaknya sampah yang terkumpul, tetapi juga dari perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah.
Sampah organik, misalnya, dapat diolah menjadi kompos untuk mendukung kegiatan urban farming. Sementara itu, sampah yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang dan pengelolaan bank sampah. Dengan cara ini, sampah tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Melalui gerakan Jelajah Sampah, DLH Makassar berharap tumbuh kebiasaan baru di tengah masyarakat, yakni memilah sampah dari sumbernya, mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah, serta memanfaatkan kembali material yang masih bernilai.
Partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan gerakan tersebut. Dengan keterlibatan rumah tangga, komunitas, pengurus RT/RW, serta pemerintah di tingkat kelurahan dan kecamatan, Makassar diharapkan dapat membangun lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.(hkl)













