Pemkab Lutra
Headline

Tekan Angka Stunting, DPPKB Makassar Perkuat Koordinasi Data di Tingkat Puskesmas

×

Tekan Angka Stunting, DPPKB Makassar Perkuat Koordinasi Data di Tingkat Puskesmas

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR, Liputan8.id – Upaya menekan angka stunting di Kota Makassar terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor. Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar menggelar koordinasi data stunting bersama jajaran Puskesmas Tamalanrea untuk memastikan data keluarga berisiko stunting lebih akurat dan penanganannya tepat sasaran.

Kegiatan yang berlangsung di Puskesmas Tamalanrea ini menjadi bagian dari upaya menyelaraskan data serta memperkuat kerja sama antara DPPKB, tenaga kesehatan, penyuluh keluarga berencana, dan Tim Pendamping Keluarga (TPK).

RS Daya MKSR

Bagi pemerintah, data yang akurat merupakan fondasi penting dalam menentukan langkah penanganan. Melalui data yang diperbarui dan terintegrasi, keluarga yang membutuhkan pendampingan dapat diidentifikasi sehingga intervensi yang diberikan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Koordinasi tersebut juga membahas pemutakhiran data keluarga berisiko stunting, mekanisme pelaporan hasil pendampingan, serta penguatan peran petugas yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Penanganan stunting tidak cukup hanya mengandalkan pelayanan kesehatan. Perhatian terhadap asupan gizi, pola asuh anak, kondisi sanitasi, serta kesiapan keluarga juga menjadi bagian penting dalam mencegah gangguan pertumbuhan sejak dini.

Karena itu, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar upaya pencegahan dan penanganan stunting berjalan secara berkesinambungan. Puskesmas berperan dalam pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang anak, sementara penyuluh KB dan Tim Pendamping Keluarga membantu memberikan edukasi serta pendampingan kepada keluarga yang membutuhkan.

Melalui koordinasi ini, DPPKB Makassar berharap tidak ada keluarga berisiko stunting yang terlewat dari pendataan dan pendampingan. Sinkronisasi informasi antarlembaga juga diharapkan dapat meminimalkan perbedaan data yang berpotensi menghambat pelaksanaan program.

Pada akhirnya, keberhasilan menekan angka stunting membutuhkan kerja sama pemerintah dan masyarakat. Dengan data yang akurat, pendampingan yang berkelanjutan, serta perhatian terhadap kebutuhan setiap keluarga, upaya mewujudkan generasi Makassar yang sehat dan berkualitas diharapkan semakin optimal.(hkl)

DPRD Makassar

Bapenda