MAKASSAR, liputan8.id — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar menggelar aksi World Clean Up Day 2026 di kawasan Taman Pakui Sayang, Makassar, sebagai bagian dari upaya membangun kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Kegiatan tersebut diikuti dengan aksi bersih-bersih di kawasan taman yang menjadi salah satu ruang publik dan tempat masyarakat melakukan berbagai aktivitas, termasuk olahraga dan rekreasi.

Momentum World Clean Up Day dimanfaatkan Dispora Makassar untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, tidak hanya peduli terhadap kebersihan saat kegiatan berlangsung, tetapi menjadikannya sebagai kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kebersihan ruang publik dinilai tidak dapat hanya mengandalkan petugas kebersihan. Peran masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dalam menjaga fasilitas umum setelah digunakan.
Melalui aksi tersebut, peserta bersama-sama mengumpulkan sampah yang ditemukan di sekitar kawasan Taman Pakui. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk edukasi bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama.
Taman Pakui Sayang sebagai salah satu ruang publik di Makassar memiliki fungsi penting bagi masyarakat. Karena itu, menjaga kebersihan kawasan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, dan aman bagi warga.
Dispora Makassar juga mendorong keterlibatan pemuda dalam gerakan sosial dan lingkungan. Semangat kepemudaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan olahraga dan kreativitas, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
World Clean Up Day 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat budaya gotong royong sekaligus membangun kesadaran bahwa menjaga kebersihan bukan sekadar kegiatan seremonial.
Gerakan sederhana seperti memilah sampah, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga fasilitas umum dapat menjadi kebiasaan yang memberi dampak besar apabila dilakukan secara konsisten.
Dengan keterlibatan pemerintah, pemuda, komunitas, dan masyarakat, gerakan kebersihan diharapkan terus berkembang di berbagai ruang publik Kota Makassar.
Pesan yang dibawa dari Taman Pakui cukup sederhana: lingkungan yang bersih tidak tercipta hanya karena dibersihkan, tetapi karena ada kesadaran untuk tidak mengotorinya kembali.(hkl)








