Banner Promo
Headline

Langkah Cerdas PDAM Makassar Hadapi El Nino, BBWS Pompengan Jeneberang Siapkan Tiga Waduk Andalan

×

Langkah Cerdas PDAM Makassar Hadapi El Nino, BBWS Pompengan Jeneberang Siapkan Tiga Waduk Andalan

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR liputan8.id – Perumda Air Minum Kota Makassar mengambil langkah strategis menghadapi ancaman El Nino dan kemarau ekstrem yang berpotensi berlangsung panjang hingga akhir 2026.

Di tengah potensi menurunnya debit sejumlah sumber air baku, PDAM Makassar memperkuat kolaborasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang untuk memastikan ketersediaan air baku bagi kebutuhan masyarakat.

RS Daya MKSR

Langkah tersebut dilakukan melalui pertemuan jajaran PDAM Makassar dengan BBWS Pompengan Jeneberang, Rabu (12/8/2026). Pelaksana Tugas (Plt) Direksi PDAM Kota Makassar, Andi Taufiq Aris, bersama Kepala Bagian Produksi dan Instalasi PDAM Makassar, Achmad Kamil Asri, hadir membahas strategi menghadapi kemarau panjang.

Dalam pertemuan tersebut, BBWS Pompengan Jeneberang memberikan ruang bagi PDAM Makassar untuk mengoptimalkan sumber air yang berada dalam pengelolaan BBWS sebagai bagian dari langkah antisipasi menghadapi El Nino.

Tiga waduk disiapkan sebagai sumber air baku alternatif yang dapat mendukung kebutuhan PDAM Makassar, yakni Waduk Panpang, Waduk Balantonjo, dan Waduk Nipa-Nipa.

Dukungan tersebut menjadi langkah penting bagi PDAM Makassar karena kemarau ekstrem berpotensi menyebabkan penurunan debit air pada sejumlah intake yang selama ini menjadi sumber pasokan air baku.

Plt Direksi PDAM Makassar, Andi Taufiq Aris, mengatakan kondisi tersebut harus diantisipasi sejak dini agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan air bersih.

“Situasi ini menjadi perhatian serius kami karena kondisi kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga akhir tahun. Karena itu, kami perlu menyiapkan langkah antisipasi agar ketersediaan air baku tetap terjaga dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi dengan BBWS Pompengan Jeneberang merupakan langkah cerdas untuk menghadapi tantangan ketersediaan air baku akibat kemarau ekstrem.

“Kita perlu menyiapkan alternatif sumber air baku. Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap dapat dilayani di tengah kondisi kemarau panjang,” katanya.

Kepala Bagian Produksi dan Instalasi PDAM Kota Makassar, Achmad Kamil Asri, menyambut positif dukungan BBWS Pompengan Jeneberang tersebut.

Ia menilai keberadaan tiga waduk tersebut dapat memberikan tambahan pilihan sumber air baku untuk menopang produksi air bersih PDAM Makassar.

“Dengan adanya akses terhadap air baku dari tiga waduk tersebut, tentu akan memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan air baku untuk mendukung produksi air bersih di Kota Makassar,” jelasnya.

Ia menambahkan, tambahan pasokan air baku diharapkan dapat membantu menjaga kapasitas produksi sejumlah Instalasi Pengolahan Air (IPA) PDAM Makassar.

“Harapannya, dengan tambahan pasokan air baku ini, produksi IPA PDAM Makassar dapat lebih optimal sehingga kebutuhan air bersih masyarakat dapat terus terpenuhi,” katanya.

Kolaborasi PDAM Makassar dan BBWS Pompengan Jeneberang menjadi bagian dari strategi menghadapi perubahan kondisi iklim dan ancaman kemarau ekstrem. Bagi masyarakat, langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih ketika sumber air baku mengalami tekanan.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak akan melakukan koordinasi teknis terkait pemanfaatan tiga waduk tersebut, termasuk mekanisme penyaluran air, kesiapan infrastruktur, serta kebutuhan teknis lainnya.

Dengan dukungan BBWS Pompengan Jeneberang, PDAM Makassar kini menyiapkan sejumlah alternatif untuk menghadapi musim kemarau panjang. Langkah ini diharapkan menjadi salah satu solusi untuk menjaga pasokan air baku sekaligus memastikan pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap berjalan.(amr)

DPRD Makassar

Bapenda