Banner Promo
Headline

Di Lapangan Karebosi, Buruh dan Pemerintah Bersatu: May Day 2026 Jadi Momentum Kolaborasi

×

Di Lapangan Karebosi, Buruh dan Pemerintah Bersatu: May Day 2026 Jadi Momentum Kolaborasi

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR liputan8.id — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Makassar menghadirkan nuansa berbeda. Tak lagi didominasi aksi turun ke jalan, peringatan tahun ini justru menjadi ruang temu antara buruh dan pemerintah dalam suasana yang lebih dialogis dan penuh kolaborasi.

Dipusatkan di Lapangan Karebosi, kegiatan yang dikemas dalam “May Day Fest 2026” ini mempertemukan berbagai elemen, mulai dari buruh, pemerintah, hingga masyarakat umum. Sejak pagi, ribuan peserta mengikuti rangkaian kegiatan, diawali dengan fun walk yang menyusuri sejumlah ruas jalan utama kota dan berakhir di Karebosi.
Suasana kebersamaan terasa kental saat para buruh, pejabat pemerintah, dan warga berbaur tanpa sekat. Lapangan Karebosi disulap menjadi ruang interaksi terbuka, lengkap dengan panggung dialog, rapat akbar, serta deretan stan UMKM yang turut meramaikan perayaan.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa peringatan May Day tahun ini menjadi momentum penting untuk membangun hubungan industrial yang lebih harmonis.
“May Day bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi ruang strategis bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan yang lebih inklusif ini diharapkan mampu menciptakan komunikasi dua arah yang sehat antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Ia juga menekankan bahwa buruh merupakan elemen penting dalam pembangunan ekonomi kota.

“Buruh adalah penggerak ekonomi. Karena itu, pemerintah membuka ruang seluas-luasnya untuk mendengar dan menindaklanjuti aspirasi mereka,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menyampaikan sejumlah komitmen pemerintah, di antaranya memperluas akses kerja, meningkatkan pelatihan vokasi, serta memperkuat perlindungan tenaga kerja melalui program jaminan sosial.

Ia menyebut, saat ini puluhan ribu pekerja di Makassar telah terjangkau program perlindungan tenaga kerja sebagai bagian dari upaya menghadirkan negara di tengah masyarakat.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota Makassar juga terus mendorong penguatan sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat. Keterlibatan pelaku UMKM dalam May Day Fest menjadi bukti bahwa perayaan ini tidak hanya soal perjuangan buruh, tetapi juga penguatan ekonomi kerakyatan.
Sementara itu, Koordinator Koalisi Gerakan Rakyat, Akhmad Rianto, menyampaikan apresiasi atas ruang dialog yang diberikan pemerintah. Ia menilai konsep May Day tahun ini menjadi terobosan baru yang mampu menghadirkan suasana lebih kondusif dan konstruktif.

“Kami melihat ini sebagai langkah maju. Buruh tidak lagi hanya menyuarakan tuntutan di jalan, tetapi bisa berdialog langsung dengan pemerintah,” katanya.
Menurutnya, peringatan May Day harus dimaknai sebagai bagian dari perjuangan bersama untuk mendorong kebijakan yang berpihak kepada rakyat, bukan sekadar agenda seremonial.
Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara buruh, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi tantangan dunia kerja ke depan yang semakin kompleks.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan rapat akbar buruh yang berlangsung tertib dan penuh semangat solidaritas. Momentum ini menjadi simbol bahwa perjuangan buruh dapat berjalan beriringan dengan dialog dan kebersamaan.

Dengan konsep baru yang lebih humanis, May Day 2026 di Makassar tak hanya menjadi perayaan, tetapi juga ruang persatuan untuk membangun masa depan pekerja yang lebih sejahtera. (hkl)

DPRD Makassar

Pemkab Luwu

Pemkab Luwu

Pemkab Luwu

Pemkab Luwu

Pemkab Luwu

Pemkab Luwu

Pemkab Luwu

Pemkab Luwu

Pemkab Luwu

Pemkab Luwu

Pemkab Luwu

Pemkab Luwu

Pemkab Luwu

Pemkab Luwu