MAKASSAR liputan8.id — Pemerintah Kota Makassar resmi meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dengan menghadirkan inovasi digital berbasis aplikasi LONTARA. Kebijakan ini menjadi langkah strategis dalam mempermudah proses pendaftaran siswa baru untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Melalui aplikasi LONTARA, seluruh tahapan pendaftaran kini dapat dilakukan secara daring, mulai dari pembuatan akun, pengisian data diri, hingga pemilihan sekolah tujuan. Sistem ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat sekaligus mengurangi antrean dan kepadatan di sekolah saat masa penerimaan peserta didik baru.
Dinas Pendidikan Kota Makassar menyampaikan bahwa penerapan sistem digital ini merupakan bagian dari transformasi layanan publik di sektor pendidikan. Selain meningkatkan efisiensi, sistem tersebut juga diharapkan mampu menciptakan proses seleksi yang lebih transparan, objektif, dan akuntabel.
“Melalui platform ini, masyarakat bisa memantau proses pendaftaran secara real-time. Ini penting untuk memastikan keterbukaan informasi dan mencegah praktik yang tidak diinginkan,” ujar salah satu perwakilan Dinas Pendidikan.
SPMB 2026 tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku, dengan beberapa jalur penerimaan seperti zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan prestasi. Seluruh jalur tersebut telah terintegrasi dalam sistem aplikasi sehingga memudahkan calon peserta didik dalam memilih sesuai kriteria yang dimiliki.
Pemkot Makassar juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan layanan resmi yang telah disediakan dan tidak mempercayai pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Seluruh proses pendaftaran dipastikan tidak dipungut biaya.
Dengan hadirnya aplikasi LONTARA, diharapkan proses SPMB 2026 dapat berjalan lebih tertib, efisien, dan merata, sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.(hkl)













