MAKASSAR liputan8.id — Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar terus mencari langkah strategis untuk menghadapi tantangan ketersediaan air baku yang berpotensi mengganggu pelayanan air bersih bagi masyarakat.
Upaya tersebut dilakukan dengan membawa dua usulan strategis ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Usulan itu diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan air Kota Makassar.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum, menyampaikan sejumlah langkah yang dinilai penting untuk mengatasi persoalan air baku. Salah satunya berkaitan dengan optimalisasi sumber air yang tersedia serta pembangunan infrastruktur pendukung.
Dua usulan tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan air bersih di Makassar terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan perkotaan.
PDAM Makassar memandang dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan, khususnya dalam penyediaan infrastruktur yang membutuhkan investasi besar dan koordinasi lintas sektor.
Selain sebagai upaya mengatasi persoalan yang dihadapi saat ini, langkah tersebut juga diarahkan untuk memastikan ketersediaan air bersih dalam jangka panjang.
Andi Syahrum berharap komunikasi dengan Kementerian PU dapat membuka peluang percepatan realisasi solusi yang diusulkan. Dengan dukungan pemerintah pusat, PDAM Makassar optimistis kapasitas dan keandalan sistem penyediaan air bersih dapat terus diperkuat.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen PDAM Makassar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Di tengah kebutuhan air bersih yang semakin tinggi, penguatan sumber air baku dan infrastruktur menjadi kunci agar pelayanan air minum tetap berjalan secara berkelanjutan.
PDAM Makassar pun terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar persoalan air tidak hanya ditangani sebagai masalah jangka pendek, tetapi melalui solusi yang terencana dan berkelanjutan.(hkl)












