MAKASSAR liputan8.id — Upaya Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar memperkuat kinerja operasional dan menekan belanja mulai menunjukkan hasil. Hingga akhir Juli 2026, laba perusahaan tercatat mencapai Rp17,3 miliar, melampaui target laba tahunan yang ditetapkan sebesar Rp8,4 miliar.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator membaiknya kinerja keuangan PDAM Makassar di bawah kepemimpinan tiga Pelaksana Tugas (Plt) Direksi, yakni Plt Direktur Utama Andi Syahrum Makkuradde, Plt Direktur Umum Andi Taufiq Aris, dan Plt Direktur Keuangan Wirda Fauzah.

Plt Direktur Keuangan PDAM Makassar, Wirda Fauzah, mengatakan laporan keuangan hingga Juni 2026 menunjukkan laba perusahaan telah mencapai Rp15,9 miliar atau sekitar 188,8 persen dari target tahunan.
Memasuki akhir Juli, angka tersebut kembali meningkat menjadi Rp17,3 miliar.
“Kalau melihat capaian sampai saat ini, secara pesimistis saja sampai akhir tahun laba perusahaan bisa mencapai sekitar Rp20 miliar,” ujar Wirda.
Capaian ini juga menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Juni 2025, laba PDAM Makassar tercatat sekitar Rp1,8 miliar, sementara hingga akhir Desember 2025 laba perusahaan mencapai Rp17,3 miliar.
Menurut Wirda, peningkatan kinerja keuangan tersebut tidak terlepas dari langkah manajemen dalam memperkuat efektivitas kerja sekaligus mengendalikan belanja perusahaan.
Efisiensi dilakukan dengan memastikan setiap pengeluaran memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan operasional dan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Efisiensi belanja dan rasio pegawai menjadi bagian yang sangat memengaruhi kondisi keuangan perusahaan saat ini. Di sisi lain, belanja perusahaan juga kami arahkan untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan kepada pelanggan,” jelasnya.
Selain pengendalian belanja, manajemen juga mendorong optimalisasi produksi dan peningkatan produktivitas sumber daya manusia. Langkah tersebut diarahkan agar peningkatan kinerja berjalan seimbang dengan pengendalian biaya.
Pembenahan sejumlah persoalan operasional dan pelayanan juga terus dilakukan secara bertahap. Manajemen berupaya menjaga agar setiap kebijakan tetap berada dalam koridor efisiensi, efektivitas, dan tata kelola perusahaan.
Dengan laba yang sudah melampaui target tahunan hanya sampai Juli, manajemen optimistis tren positif tersebut dapat dipertahankan hingga akhir 2026.
Jika kinerja dan efisiensi dapat terus dijaga, laba PDAM Makassar diproyeksikan menyentuh sekitar Rp20 miliar pada akhir tahun.
Bagi PDAM Makassar, peningkatan laba bukan sekadar soal angka di laporan keuangan. Kinerja keuangan yang lebih sehat diharapkan memberi ruang bagi perusahaan untuk memperkuat operasional, meningkatkan kualitas pelayanan, sekaligus menjaga keberlanjutan penyediaan air bersih bagi masyarakat Kota Makassar.(hkl)












