LUWU UTARA liputan8.id — Di balik hamparan sawah yang menjadi sumber penghidupan masyarakat, ada satu hal yang tak kalah penting untuk dijaga: ketersediaan air. Karena itu, memastikan jaringan irigasi tetap terdata dan dikelola dengan baik menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pertanian di Kabupaten Luwu Utara.
Hal tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dalam Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) Pemutakhiran Peta Daerah Irigasi Kewenangan Pusat Wilayah Sungai (WS) Pompengan Larona Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan yang digelar Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang ini berlangsung di Ruang Rapat Command Center Kantor Bupati Luwu Utara, Kamis (13/8/2026).
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Luwu Utara, H. Aspar, hadir mewakili Bupati Luwu Utara, Ir. Andi Abdullah Rahim, S.T. Ia menyampaikan pesan Bupati agar pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus berjalan bersama dalam mengelola sumber daya air.
“Bapak Bupati menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung. Beliau memiliki agenda lain yang juga penting dan harus diselesaikan demi kepentingan masyarakat Luwu Utara,” kata H. Aspar.
Menurutnya, pemutakhiran peta irigasi bukan hanya soal memperbarui data di atas kertas. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan arah pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
“Data yang akurat sangat penting karena akan menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan, pengelolaan, serta peningkatan infrastruktur irigasi ke depan,” jelasnya.
Forum konsultasi masyarakat pun menjadi ruang bagi berbagai pihak untuk menyampaikan kondisi yang mereka ketahui di lapangan. Masukan tersebut penting agar data yang disusun tidak hanya lengkap secara administratif, tetapi juga menggambarkan kondisi irigasi yang sebenarnya.
Bagi masyarakat, khususnya para petani, irigasi memiliki arti yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Lancarnya aliran air dapat membantu lahan tetap produktif dan pada akhirnya ikut menjaga sumber penghasilan keluarga.
Karena itu, pemutakhiran peta daerah irigasi diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah dokumen, tetapi menjadi pijakan untuk menghadirkan pengelolaan irigasi yang lebih baik dan berkelanjutan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh PT Caturbina Guna Persada KSO, PT Hilmy Anugerah, dan PT Georbanata Cipta selaku pelaksana pekerjaan.
Pemkab Luwu Utara menyambut baik proses tersebut dan berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta masyarakat terus diperkuat.
Sebab, menjaga irigasi pada akhirnya bukan hanya tentang menjaga infrastruktur. Lebih jauh, ini tentang menjaga sawah tetap produktif, menjaga penghidupan petani, dan memastikan harapan masyarakat terhadap masa depan pertanian Luwu Utara tetap mengalir.(hkl)












