Banner Promo

Bapenda
Headline

Tari Pajaga Lili Rongkong Kembali Menggema, Sanggar Lipu Maraninding Bangkitkan Warisan Leluhur Luwu Utara

×

Tari Pajaga Lili Rongkong Kembali Menggema, Sanggar Lipu Maraninding Bangkitkan Warisan Leluhur Luwu Utara

Sebarkan artikel ini

Luwu Utara liputan8.id – Warisan budaya leluhur kembali hidup di bumi Luwu Utara. Sanggar Seni Lipu Maraninding sukses menggelar workshop dan pertunjukan Tari Pajaga Lili Rongkong, sebuah tarian tradisional penuh makna yang menjadi simbol kehormatan dan semangat masyarakat adat Rongkong.

Pertunjukan budaya yang berlangsung meriah itu berhasil mencuri perhatian masyarakat. Dentuman musik tradisional berpadu dengan gerakan tegas para penari menghadirkan suasana sakral sekaligus membangkitkan rasa bangga terhadap budaya lokal yang nyaris tergerus zaman.

RS Daya MKSR

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya daerah agar tetap dikenal generasi muda di tengah derasnya pengaruh modernisasi. Para peserta tidak hanya menyaksikan pertunjukan seni, tetapi juga mendapat kesempatan mempelajari filosofi dan teknik dasar Tari Pajaga Lili langsung dari para pelaku seni budaya.

Pimpinan Sanggar Lipu Maraninding menyebut pelestarian budaya bukan sekadar mempertahankan tarian tradisional, tetapi menjaga identitas dan sejarah masyarakat Rongkong agar tidak hilang dari ingatan generasi mendatang.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang acara berlangsung. Banyak warga berharap kegiatan serupa terus digelar karena dinilai mampu menjadi ruang edukasi budaya sekaligus hiburan yang mempererat kecintaan terhadap tradisi daerah.

Pemerintah daerah pun memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan sektor kebudayaan dan pariwisata di Luwu Utara. Tari Pajaga Lili Rongkong dinilai memiliki daya tarik kuat untuk diperkenalkan lebih luas, termasuk ke tingkat nasional.

Lewat pertunjukan ini, Sanggar Lipu Maraninding mengirim pesan kuat bahwa budaya leluhur bukan hanya cerita masa lalu, melainkan jati diri yang harus terus dijaga, diwariskan, dan dibanggakan.(hkl)