JAKARTA liputan8.id — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bersama Politeknik Transportasi Darat Indonesia (STTD) Kementerian Perhubungan menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sebagai langkah strategis memperkuat pengembangan sektor transportasi darat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dihadiri jajaran Kementerian Perhubungan, Politeknik Transportasi Darat Indonesia (STTD), serta Pemerintah Kabupaten Luwu Utara.

Dari Pemkab Luwu Utara, hadir Bupati Luwu Utara, Ir. Andi Abdullah Rahim, ST, didampingi jajaran terkait, termasuk perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu Utara.
PKS tersebut ditandatangani oleh Direktur Politeknik Transportasi Darat Indonesia (STTD) bersama Bupati Luwu Utara. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi di bidang transportasi dan pemerintah daerah.
Melalui kerja sama tersebut, kedua pihak berkomitmen mengembangkan kolaborasi dalam bidang pendidikan, pelatihan, pengembangan kompetensi, serta pemanfaatan sumber daya dan keahlian di bidang transportasi darat.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga profesional yang kompeten, sekaligus mendukung peningkatan kualitas pelayanan transportasi di Kabupaten Luwu Utara.
Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim mengatakan, kerja sama dengan STTD menjadi langkah penting bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas SDM, khususnya aparatur dan tenaga profesional yang berkaitan dengan sektor transportasi.
“Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Utara untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta pelayanan transportasi kepada masyarakat. Kami berharap kolaborasi dengan STTD dapat memberikan manfaat nyata bagi pembangunan dan pengembangan sektor transportasi di Kabupaten Luwu Utara,” ujar Andi Abdullah Rahim.
Sementara itu, pihak Politeknik Transportasi Darat Indonesia (STTD) menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem transportasi yang aman, tertib, efisien, dan berkelanjutan.
Kerja sama tersebut juga membuka peluang lebih luas bagi pengembangan inovasi, peningkatan kapasitas SDM, serta penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang transportasi.
Bagi Kabupaten Luwu Utara, penguatan kompetensi SDM transportasi dinilai menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik. Dengan dukungan pendidikan vokasi dan keahlian teknis, kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat berlanjut dalam program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.(hkl)












