MAKASSAR, LIPUTAN8.ID — Kerja keras dan kreativitas peserta didik SMPN 23 Makassar kembali membuahkan hasil. Kali ini, tim tari kreasi sekolah tersebut berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Festival Sao Raja Tanah Daeng yang digelar oleh Dinas Kebudayaan Kota Makassar pada 19 Juli 2026.
Prestasi itu menjadi bukti bahwa panggung seni mampu menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan keberanian, kekompakan dan kemampuan mereka dalam menghidupkan seni budaya melalui gerak tari.

Di atas panggung, para siswa tampil membawa semangat dan kebanggaan. Setiap gerakan yang ditampilkan menjadi hasil dari proses latihan dan persiapan yang mereka jalani. Bagi mereka, kompetisi bukan sekadar mengejar piala, tetapi juga kesempatan untuk belajar tampil percaya diri dan menghargai budaya daerah.
Raihan Juara 3 menjadi semakin berarti karena Festival Sao Raja Tanah Daeng memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat kekayaan seni dan budaya yang tumbuh di Kota Makassar.
Kepala SMPN 23 Makassar, Hasrah, S.Pd., mengapresiasi perjuangan para siswa yang telah memberikan penampilan terbaiknya.
Menurut Hasrah, sebuah prestasi tidak selalu harus diukur dari posisi juara pertama. Yang lebih penting adalah proses yang dilalui siswa, mulai dari latihan, membangun kekompakan hingga berani tampil dan membawa nama sekolah.
“Yang paling membanggakan adalah semangat anak-anak. Mereka sudah berusaha dan memberikan yang terbaik. Juara 3 ini menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi agar ke depan mereka bisa meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujar Hasrah.
Ia berharap capaian tersebut tidak membuat para siswa cepat berpuas diri. Sebaliknya, prestasi ini harus menjadi pijakan untuk terus berlatih, mengasah kemampuan dan berani mengikuti berbagai ajang kompetisi.
Hasrah juga menegaskan bahwa sekolah akan terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan minatnya. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berbicara tentang nilai akademik, tetapi juga bagaimana membentuk anak-anak menjadi pribadi yang percaya diri, kreatif dan mampu bekerja sama.
Bagi para siswa SMPN 23 Makassar, piala Juara 3 itu bukan sekadar penghargaan. Di baliknya ada latihan, rasa lelah, kekompakan dan keberanian untuk tampil di hadapan banyak orang.
Prestasi tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa ketika bakat anak diberi ruang dan didukung dengan proses yang baik, panggung prestasi akan selalu terbuka. SMPN 23 Makassar pun kembali menunjukkan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat tumbuhnya talenta-talenta muda yang siap membawa nama baik sekolah dan daerah.(hkl)






