MAKASSAR liputan8.id — Suasana belajar berbeda dirasakan siswa UPT SPF SDN Bawakaraeng 1 Makassar saat mengikuti kegiatan outing class di Museum Kota Makassar, Jalan Balaikota, Senin (11/5/2026). Sebanyak 20 siswa mengikuti kegiatan edukatif tersebut dengan penuh antusias.
Kegiatan ini didampingi oleh guru pendamping, Muhammad Ansyar, S.Pd., yang membawa para siswa belajar langsung mengenal sejarah dan budaya Sulawesi Selatan melalui koleksi museum.
Sejak memasuki area museum, para siswa tampak penasaran melihat berbagai benda bersejarah yang selama ini hanya mereka lihat melalui buku pelajaran atau gambar di kelas. Mereka mendapatkan penjelasan langsung dari pendamping museum mengenai peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Tidak hanya itu, siswa juga diperkenalkan dengan berbagai alat musik tradisional khas Makassar seperti kecapi, ganrang, dan puik-puik. Penjelasan tentang fungsi alat musik tersebut membuat siswa semakin memahami kekayaan budaya daerahnya sendiri.
Koleksi pakaian adat Sulawesi Selatan juga menjadi perhatian para siswa. Mereka terlihat antusias mendengarkan cerita tentang makna dan penggunaan busana adat dalam kehidupan masyarakat tempo dulu.
Dalam kegiatan tersebut, siswa turut diajak menonton video animasi di studio mini museum yang mengangkat sejarah Benteng Rotterdam. Tayangan visual itu membuat siswa lebih mudah memahami perjalanan sejarah Kota Makassar secara menarik dan menyenangkan.
Muhammad Ansyar, S.Pd., mengatakan kegiatan outing class sengaja dilakukan agar siswa tidak hanya belajar melalui teori di dalam kelas, tetapi juga dapat melihat langsung benda-benda sejarah secara nyata.
Menurutnya, pengalaman visual seperti ini mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada siswa dibandingkan hanya membaca materi pelajaran. Apalagi banyak benda bersejarah di museum yang telah berusia ratusan tahun dan masih terjaga hingga sekarang.
Salah satu koleksi yang menarik perhatian siswa adalah brankas peninggalan Belanda yang hingga kini masih tersimpan rapi dan terawat. Dari situ, siswa belajar tentang pentingnya menjaga benda cagar budaya sebagai warisan sejarah bangsa.
“Anak-anak jadi memahami bahwa benda sejarah bukan hanya cerita masa lalu, tetapi bukti nyata perjalanan sebuah peradaban yang harus dijaga agar generasi berikutnya tetap bisa melihatnya,” ujar Muhammad Ansyar.
Kepala UPT SPF SDN Bawakaraeng 1, Irfadia Arifin, S.Pd., menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan outing class tersebut. Ia menilai pembelajaran di luar kelas dapat memberikan pengalaman baru dan meningkatkan semangat belajar siswa.
Menurut Irfadia, semua tempat pada dasarnya dapat menjadi ruang belajar selama ada kolaborasi yang baik antara guru dan orang tua siswa. Ia juga menilai kegiatan ini sejalan dengan program lintas instansi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan dalam memperkenalkan sejarah dan budaya kepada generasi muda sejak dini.(hkl)










