MAKASSAR liputan8.id – Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan peta jalan (roadmap) pengelolaan sampah yang menjadi arah kebijakan kota dalam beberapa tahun ke depan.
Dalam paparannya, Munafri menjelaskan bahwa pembenahan tidak hanya difokuskan pada penanganan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga mencakup perubahan pola pengelolaan sejak dari sumbernya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun sistem persampahan yang lebih efektif sekaligus mengurangi ketergantungan pada metode pembuangan terbuka.

Salah satu fokus utama pemerintah adalah pembenahan TPA agar mampu beroperasi dengan standar yang lebih baik. Berbagai penataan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan, mengurangi dampak lingkungan, serta memperpanjang usia layanan TPA sebagai infrastruktur penting bagi Kota Makassar.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Makassar juga terus mendorong percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Program strategis tersebut kini memasuki tahapan penyesuaian dengan ketentuan terbaru melalui Peraturan Presiden Nomor 109, sehingga proses pengembangannya diharapkan berjalan lebih terarah dan memiliki kepastian regulasi.
Munafri menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, mulai dari rumah tangga, pelaku usaha, komunitas, hingga dunia pendidikan, agar budaya memilah dan mengurangi sampah dapat menjadi kebiasaan sehari-hari.
Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menjadi fondasi penting dalam menciptakan kota yang bersih. Karena itu, edukasi dan kolaborasi akan terus diperkuat agar pengelolaan sampah tidak hanya berorientasi pada pengangkutan, tetapi juga pada pengurangan timbulan sampah sejak dari sumbernya.
Melalui peta jalan yang telah disusun, Pemerintah Kota Makassar optimistis mampu menghadirkan sistem persampahan yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan. Pembenahan TPA yang berjalan beriringan dengan percepatan PSEL diharapkan menjadi tonggak baru dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus mendukung pembangunan kota yang berwawasan lingkungan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari visi besar Kota Makassar untuk menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik, sekaligus menjawab tantangan pengelolaan sampah di tengah pertumbuhan kota yang terus berkembang.(hkl)







