Banner Promo
Headline

Luwu Utara Kenalkan Potensi SDA dan UMKM Berdaya Saing Global, Bupati Andi Abdullah Rahim Ajak Investor Bangun Masa Depan Bersama

×

Luwu Utara Kenalkan Potensi SDA dan UMKM Berdaya Saing Global, Bupati Andi Abdullah Rahim Ajak Investor Bangun Masa Depan Bersama

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR liputan8.id – Kabupaten Luwu Utara terus memperkuat posisinya sebagai daerah yang terbuka terhadap investasi. Di hadapan para investor, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim memaparkan berbagai potensi unggulan daerah yang siap dikembangkan menjadi investasi nyata dalam forum investasi yang digelar di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar, Senin (3/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Muhammad Jusuf Kalla. Hadir pula Ketua Umum DPN APINDO Shinta W. Kamdani, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan Rizky Ernadi Wimanda, Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong, perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kalimantan Utara, jajaran APINDO, serta tamu internasional dari Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia.

RS Daya MKSR

Dalam sambutannya, Jusuf Kalla menegaskan bahwa investasi menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha sangat penting untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan daya saing daerah, sekaligus mempercepat pembangunan yang berkelanjutan.

Momentum tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara untuk memperkenalkan potensi daerah melalui presentasi bertajuk “Investasi Berbasis Sumber Daya Alam dan UMKM Berdaya Saing Global: Dari Potensi Luwu Utara Menuju Investasi Nyata.” Di hadapan peserta forum, Andi Abdullah Rahim menegaskan bahwa perubahan ekonomi global menuntut setiap daerah mampu menghadirkan iklim investasi yang kompetitif, stabil, dan memberikan kepastian bagi investor.

“Dunia telah berubah, begitu pula pola investasi. Investor kini mencari daerah yang memiliki stabilitas, produktivitas, kepastian, serta komitmen untuk tumbuh bersama. Luwu Utara hadir dengan seluruh potensi tersebut,” ujar Andi Abdullah Rahim.

Ia menjelaskan, Luwu Utara memiliki luas wilayah sekitar 7.422 kilometer persegi dengan jumlah penduduk sekitar 337 ribu jiwa. Sebanyak 69,07 persen penduduk berada pada usia produktif, didukung pertumbuhan ekonomi sebesar 6,19 persen pada 2025. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan investasi yang produktif dan berkelanjutan.

Berbagai sektor unggulan ditawarkan kepada investor, mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, pertambangan, energi baru terbarukan, pariwisata, hingga pengembangan UMKM.

Salah satu proyek strategis yang menjadi perhatian adalah pengembangan kawasan hilirisasi kakao. Sebagai produsen kakao terbesar di Sulawesi Selatan dengan produksi mencapai 25.526 ton per tahun, Luwu Utara menyiapkan Kawasan Industri Munte sebagai pusat industri pengolahan kakao terintegrasi. Kawasan tersebut diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar Rp300 miliar dengan lahan siap investasi seluas 15 hektare.

Potensi lain yang turut ditawarkan adalah sektor blue economy. Dengan garis pantai sepanjang 106,77 kilometer, Luwu Utara memiliki peluang besar pada pengembangan industri perikanan, pembangunan cold storage, pengolahan hasil laut, hingga industri rumput laut yang berorientasi pada pasar ekspor.

Di sektor pangan, produksi padi mencapai 258.457 ton per tahun dan jagung 57.267 ton per tahun. Angka tersebut membuka peluang investasi pada industri penggilingan modern, pengolahan pangan, pengemasan, hingga industri pakan ternak. Sementara itu, sektor perkebunan juga menawarkan potensi besar melalui komoditas kelapa sawit, kopi Robusta dan Arabika yang telah memiliki Indikasi Geografis, serta pengembangan bioenergi.

Tidak hanya itu, Luwu Utara juga memiliki kekayaan sumber daya mineral, energi baru terbarukan, dan potensi perdagangan karbon. Dengan tutupan hutan mencapai sekitar 75 persen wilayah atau lebih dari 556 ribu hektare, daerah ini memiliki peluang besar mengembangkan proyek karbon yang mendukung agenda pembangunan hijau dan target Net Zero Emission.

Pada sektor pariwisata, pemerintah daerah membuka peluang investasi berbasis ekowisata dengan mengoptimalkan keindahan pegunungan, air terjun, sungai untuk arung jeram, hingga wisata air panas yang dikelola secara berkelanjutan dan melibatkan masyarakat setempat.

Andi Abdullah Rahim juga menaruh perhatian besar terhadap penguatan UMKM. Saat ini terdapat sekitar 13.700 UMKM yang terus didorong melalui digitalisasi, peningkatan kapasitas usaha, dan pengembangan klaster bisnis agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

Untuk memberikan rasa aman kepada investor, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus memperkuat pelayanan perizinan yang cepat dan transparan, kepastian regulasi dan tata ruang, pembangunan infrastruktur strategis, serta pendampingan investasi secara terpadu.

Menutup presentasinya, Andi Abdullah Rahim mengajak para investor menjadikan Luwu Utara sebagai mitra investasi jangka panjang.

“Buka peluang, tanam investasi, panen masa depan di Luwu Utara. Kami siap menjadi mitra yang memberikan kepastian, kemudahan, dan keberlanjutan bagi setiap investasi yang masuk demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Forum tersebut menjadi ajang penting bagi Pemerintah Kabupaten Luwu Utara untuk memperkenalkan wajah baru daerah yang tidak hanya kaya akan sumber daya alam, tetapi juga memiliki komitmen kuat membangun ekosistem investasi yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.(hkl)

DPRD Makassar

Bapenda