Pemkab Lutra
DaerahHeadline

BPBD Makassar Salurkan 7,19 Juta Liter Air Bersih, Bantu 98 Ribu Warga di 9 Kecamatan

×

BPBD Makassar Salurkan 7,19 Juta Liter Air Bersih, Bantu 98 Ribu Warga di 9 Kecamatan

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR, LIPUTAN8.ID – Di tengah kemarau panjang yang membatasi akses air bersih, Pemerintah Kota Makassar terus berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi. Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), distribusi air bersih terus dilakukan untuk membantu warga yang terdampak kekeringan.

Hingga Jumat (9/10/2026), total air bersih yang telah disalurkan mencapai 7.191.000 liter. Bantuan tersebut menjangkau 1.646 rukun tetangga (RT), 332 titik distribusi, serta sekitar 26.000 kepala keluarga (KK) atau 98.664 jiwa yang tersebar di sembilan kecamatan.

RS Daya MKSR

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan distribusi air bersih masih terus berlangsung seiring dengan status tanggap darurat kekeringan yang ditetapkan di Kota Makassar.

“Untuk penanganan kondisi kekeringan di Kota Makassar, sesuai dengan status tanggap darurat, kami terus mendapatkan dukungan untuk melanjutkan kegiatan ini,” ujarnya.

Menurut Fadli, dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan operasi kemanusiaan tersebut. Pemerintah berupaya memastikan masyarakat yang masih kesulitan mendapatkan air bersih tetap memperoleh bantuan hingga kondisi berangsur pulih.

Tandon Air Percepat Distribusi ke Warga

Untuk meningkatkan efektivitas pelayanan, BPBD Makassar juga menerapkan pola distribusi yang lebih fleksibel melalui penempatan tandon air di sejumlah lokasi terdampak.

Sebelumnya, warga harus mengantre sambil membawa jeriken untuk mengisi air secara langsung dari mobil tangki. Kini, dengan keberadaan tandon di titik-titik yang telah melalui proses asesmen, masyarakat dapat mengambil air secara mandiri.

Cara ini tidak hanya memudahkan warga, tetapi juga mempercepat perputaran mobil tangki agar bantuan bisa menjangkau lebih banyak lokasi.

“Dengan adanya tandon di lokasi-lokasi terdampak yang menjadi tempat berkumpul masyarakat, efektivitas penyaluran meningkat,” jelas Fadli.

Ia menambahkan, perubahan pola distribusi tersebut turut meningkatkan frekuensi pengisian air.

“Mobil tangki yang sebelumnya hanya bisa kembali sekitar dua kali sehari, sekarang bisa melakukan dua hingga tiga kali pengisian dalam sehari,” sambungnya.

Untuk mendukung operasi tersebut, BPBD Makassar mengerahkan 25 mobil tangki setiap hari. Masing-masing kendaraan memiliki kapasitas angkut sekitar 4.400 liter air dan dapat melakukan dua hingga tiga kali distribusi dalam sehari.

“Upaya ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Makassar lewat BPBD dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang menghadapi kesulitan air bersih selama musim kemarau,” ungkapnya.

Pasokan Air Mulai Membaik

Di tengah upaya penyaluran bantuan, BPBD Makassar mulai melihat perkembangan positif dari sejumlah sumber air. Pasokan dari Perumda Air Minum Kota Makassar mulai meningkat, sementara beberapa sumur yang sebelumnya terdampak kekeringan kini kembali dapat dimanfaatkan.

Perkembangan tersebut turut memengaruhi kebutuhan distribusi air menggunakan mobil tangki di sejumlah wilayah. Meski demikian, BPBD tetap melanjutkan bantuan untuk memastikan warga yang masih mengalami keterbatasan akses air bersih tidak terabaikan.

“Kami terus mendampingi dan memberikan bantuan kepada masyarakat, sesuai arahan Bapak Wali Kota, sampai kondisi kekeringan ini segera berakhir,” kata Fadli.

Selain memastikan ketersediaan air bersih, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan selama menghadapi kemarau panjang. Keterbatasan air berpotensi mengganggu kebersihan diri dan lingkungan sehingga perlu diantisipasi bersama.

Fadli menegaskan, penanganan kekeringan tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan air, tetapi juga pada kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca dan kemungkinan bencana lainnya.

“Karena itu, kami tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga terus mempersiapkan langkah antisipasi menghadapi perubahan cuaca dan potensi bencana,” tutupnya.

Melalui upaya berkelanjutan ini, Pemerintah Kota Makassar berharap kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau, sekaligus memastikan warga di wilayah terdampak mendapatkan pendampingan hingga kondisi kembali normal. (*)

DPRD Makassar

Bapenda