Pemkab Lutra
Pendidikan

Belajar Memimpin dengan Hati, SMPN 4 Makassar Sambut Bakal Calon Kepala Sekolah

×

Belajar Memimpin dengan Hati, SMPN 4 Makassar Sambut Bakal Calon Kepala Sekolah

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR, Liputan8.id – Menjadi seorang kepala sekolah bukan sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi juga tentang bagaimana membangun kebersamaan, memberikan teladan, dan menggerakkan seluruh warga sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik.

Semangat kepemimpinan yang humanis tersebut tercermin dalam kegiatan studi tiru Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS) di UPT SPF SMP Negeri 4 Makassar. Sekolah ini menjadi tempat berbagi pengalaman bagi para calon pemimpin pendidikan untuk mempelajari tata kelola sekolah sekaligus memahami pentingnya membangun budaya belajar yang positif.

RS Daya MKSR

Rangkaian kegiatan studi tiru ditutup melalui acara pelepasan peserta di Aula SMP Negeri 4 Makassar, Kamis (3/9/2026). Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dengan kehadiran Kepala UPT SPF SMP Negeri 4 Makassar, Hj. Enni, bersama jajaran wakil kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan.

Bagi para peserta, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung berbagai praktik pengelolaan pendidikan. Mereka mempelajari manajemen kepemimpinan, pengembangan kurikulum, penguatan karakter peserta didik, tata kelola administrasi, hingga keterlibatan komite sekolah dan masyarakat.

Melalui proses tersebut, para bakal calon kepala sekolah diharapkan memperoleh gambaran bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada program yang direncanakan, tetapi juga pada kemampuan membangun kerja sama dan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan siswa.

Kepala UPT SPF SMP Negeri 4 Makassar, Hj. Enni, menyambut kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Baginya, setiap pertemuan antarpengelola pendidikan perlu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas sekolah.

Ia berharap studi tiru tidak berhenti sebagai kegiatan kunjungan semata. Pengalaman yang diperoleh para peserta diharapkan dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah masing-masing.

Hj. Enni juga menekankan bahwa seorang kepala sekolah harus mampu menempatkan diri sebagai pemimpin pembelajaran yang dekat dengan warga sekolah. Kepemimpinan yang baik membutuhkan keteladanan, komunikasi yang terbuka, serta kepedulian terhadap guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik.

“Kepala sekolah bukan hanya mengelola administrasi, tetapi juga harus mampu memimpin dengan hati, menjadi teladan dan menggerakkan seluruh warga sekolah untuk maju bersama,” kata Enni.

Pesan tersebut mengingatkan bahwa sekolah yang berkembang membutuhkan pemimpin yang tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga mampu mendengarkan, menghargai kontribusi orang lain, dan membangun semangat kebersamaan. Dengan begitu, seluruh warga sekolah dapat berperan aktif dalam mewujudkan pendidikan yang lebih berkualitas.

Suasana penutupan semakin semarak melalui penampilan tari tradisional dan musik daerah khas Sulawesi Selatan yang dibawakan oleh siswa-siswi SMP Negeri 4 Makassar. Penampilan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas peserta didik sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada para peserta studi tiru.

Sekolah juga memperkenalkan nilai-nilai kearifan lokal Bugis-Makassar, seperti Sipakatau, Sipakalebbi, dan Siri’ na Pacce. Nilai-nilai tersebut mengajarkan pentingnya memanusiakan sesama, saling menghargai, menjaga kehormatan, serta menumbuhkan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cenderamata dan foto bersama. Momen tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus mempererat hubungan antarsesama insan pendidikan yang memiliki tujuan untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.

Melalui kegiatan studi tiru ini, SMP Negeri 4 Makassar berharap para bakal calon kepala sekolah dapat membawa pulang pengalaman dan inspirasi yang bermanfaat. Sebab, kepemimpinan pendidikan yang sesungguhnya bukan hanya diukur dari kemampuan mengelola sekolah, melainkan juga dari keteladanan, kepedulian, dan komitmen untuk membantu setiap peserta didik tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia.(*)

DPRD Makassar

Bapenda