MAKASSAR, Liputan8.id – Pengabdian yang tulus selama belasan hingga puluhan tahun menjadi bukti nyata komitmen kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam membantu masyarakat. Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi tersebut, Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menganugerahkan penghargaan Adibakti kepada tujuh kader berprestasi.
Penghargaan itu diserahkan pada penutupan Pameran UMKM dan Jambore TP PKK Kota Makassar dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Atrium Trans Studio Makassar, Minggu (25/10/2026).

Pemberian penghargaan Adibakti menjadi bentuk apresiasi atas kesetiaan, kerja keras, dan kontribusi para kader yang selama bertahun-tahun menjalankan berbagai program PKK di wilayah masing-masing.
Surat Keputusan TP PKK Kota Makassar tentang pemberian penghargaan tersebut dibacakan oleh Sekretaris II TP PKK Kota Makassar, Andi Zubaedah Hafid.
Dalam keputusan itu, penerima penghargaan ditetapkan berdasarkan masa pengabdian dan kontribusi mereka dalam mendukung program pemberdayaan keluarga serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melinda Aksa Munafri bersama Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyerahkan penghargaan secara langsung kepada para penerima. Penghargaan berupa pin emas dan plakat tersebut menjadi simbol penghormatan atas pengabdian yang telah mereka berikan.
Melinda menegaskan, kader PKK memiliki peran penting sebagai penggerak pemberdayaan keluarga hingga ke tingkat kelurahan dan kecamatan. Mereka menjadi penghubung antara program organisasi dan kebutuhan masyarakat yang dijumpai setiap hari.
Menurutnya, keberhasilan gerakan PKK tidak hanya ditentukan oleh program yang dijalankan, tetapi juga oleh ketulusan dan konsistensi para kader dalam mendampingi masyarakat.
Pengabdian panjang para penerima Adibakti, lanjutnya, mencerminkan nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi landasan gerakan PKK.
Melinda berharap, penghargaan tersebut tidak sekadar menjadi bentuk pengakuan atas masa pengabdian, tetapi juga mampu menumbuhkan semangat bagi kader lainnya untuk terus memberikan kontribusi terbaik.
Ia juga berharap semangat pengabdian itu dapat diwariskan kepada generasi berikutnya agar gerakan PKK semakin kuat dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya melalui penguatan ketahanan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Makassar.
Mujairah Mengabdi Selama 28 Tahun
Dari tujuh penerima penghargaan, Mujairah, kader dari Kelurahan Malimongan Tua, Kecamatan Wajo, tercatat memiliki masa pengabdian terlama, yakni 28 tahun.
Perjalanan panjang tersebut menjadi gambaran bagaimana kader PKK terus mengambil bagian dalam berbagai kegiatan pemberdayaan keluarga dan pelayanan masyarakat.
Penghargaan juga diberikan kepada Hajrah Sunarsian dari Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang, yang telah mengabdi selama 26 tahun. Berikutnya, Fatmawati Syarif dari Kelurahan Baru, Kecamatan Wajo, menerima penghargaan atas pengabdian selama 22 tahun.
Sementara itu, Nur Zamzam Hasan dari Kelurahan Banta-Bantaeng, Kecamatan Rappocini, telah menjalankan pengabdian selama 18 tahun.
Adapun Irma Eka Nersiana Setti dan Marlawati dari Kecamatan Manggala masing-masing menerima penghargaan atas masa pengabdian selama 14 tahun. Penerima lainnya, Baharjang Hamsing dari Kecamatan Rappocini, juga telah mengabdikan diri selama 14 tahun.
Pemberian penghargaan Adibakti menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian penutupan Pameran UMKM dan Jambore TP PKK Kota Makassar.
Lebih dari sekadar seremoni, penghargaan ini menjadi pengingat bahwa gerakan PKK tumbuh melalui kerja bersama, kepedulian, dan kesetiaan para kader yang hadir di tengah masyarakat.
Dedikasi mereka menjadi bagian penting dalam upaya membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera, sekaligus memperkuat semangat gotong royong di Kota Makassar.(*)











