Pemkab Lutra
Uncategorized

Belajar Sambil Bermain, SMPN 2 Makassar Hadirkan Inovasi CANGKE Berbasis Kearifan Lokal

×

Belajar Sambil Bermain, SMPN 2 Makassar Hadirkan Inovasi CANGKE Berbasis Kearifan Lokal

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR, LIPUTAN8.ID – Pembelajaran yang menyenangkan dapat menjadi pintu bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas, mengasah kemampuan berpikir, sekaligus mengenal budaya daerahnya sendiri.

Semangat tersebut dihadirkan UPT SPF SMP Negeri 2 Makassar melalui inovasi CANGKE (Cerdas Aktif Nalar Game Kearifan Etnis), sebuah pendekatan pembelajaran yang memanfaatkan permainan tradisional Maccukke khas Bugis-Makassar sebagai media belajar yang aktif, kreatif, dan bermakna.

RS Daya MKSR

Mengusung tagline “Bermain Budaya, Mengasah Nalar, Menguatkan Literasi”, CANGKE menjadi upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan dunia siswa. Permainan tradisional tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga dimanfaatkan untuk menanamkan nilai pendidikan dan memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi muda.

Melalui permainan Maccukke, siswa mendapatkan kesempatan untuk melatih konsentrasi, ketangkasan, koordinasi gerak, serta kemampuan menyusun strategi. Interaksi selama permainan juga mendorong mereka belajar mengikuti aturan, bekerja sama, berkomunikasi, dan menyelesaikan tantangan.

Pendekatan ini menghadirkan suasana belajar yang lebih dinamis. Siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam aktivitas yang merangsang rasa ingin tahu dan kemampuan bernalar.

Kepala UPT SPF SMP Negeri 2 Makassar, Dr. Satwika Trianti Ngandoh, S.Psi., M.Pd., mendukung pengembangan inovasi pembelajaran yang memadukan kreativitas, penguatan literasi, dan pelestarian kearifan lokal.

Melalui CANGKE, nilai-nilai budaya Bugis-Makassar diperkenalkan dengan cara yang lebih dekat dengan kehidupan peserta didik. Dengan demikian, warisan leluhur tidak hanya dikenal melalui cerita atau buku pelajaran, tetapi juga dapat dipelajari melalui pengalaman langsung.

Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan metode pendidikan, pemanfaatan permainan tradisional menjadi salah satu alternatif untuk menciptakan pembelajaran yang kontekstual. Kearifan lokal dapat menjadi sumber inspirasi dalam membangun proses belajar yang relevan dengan kebutuhan siswa masa kini.

CANGKE juga diarahkan untuk mendukung penguatan literasi dan kemampuan berpikir logis. Siswa didorong untuk memahami aturan, mengamati situasi, menentukan langkah, serta mengambil keputusan selama mengikuti permainan.

Lebih dari sekadar inovasi pembelajaran, pendekatan ini membawa pesan penting bahwa budaya lokal memiliki ruang dalam pendidikan modern. Permainan tradisional yang diwariskan secara turun-temurun tetap dapat dikembangkan menjadi sarana untuk membangun kecakapan dan karakter generasi muda.

Melalui inovasi CANGKE, SMPN 2 Makassar berupaya mempertemukan nilai-nilai budaya dengan kebutuhan pembelajaran masa kini. Siswa dapat belajar dalam suasana menyenangkan, sementara kekayaan budaya Bugis-Makassar tetap diperkenalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pada akhirnya, belajar tidak selalu harus berlangsung dalam suasana formal. Melalui permainan yang sarat nilai budaya, siswa dapat memperoleh pengalaman belajar yang berkesan sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas daerahnya.

CANGKE menjadi gambaran bahwa permainan tradisional bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan juga dapat menjadi bagian dari inovasi pendidikan untuk membangun generasi yang kreatif, kritis, dan berakar pada budaya lokal.(hkl)

DPRD Makassar

Bapenda