Banner Promo
Pendidikan

Sofyan Haeruddin: Pancasila Perekat Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

×

Sofyan Haeruddin: Pancasila Perekat Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

Sebarkan artikel ini

Makassar liputan8.id – Semangat kebangsaan dan cinta tanah air terasa begitu kuat di lingkungan UPT SPF SMP Negeri 18 Makassar saat seluruh warga sekolah memperingati Hari Lahir Pancasila pada Senin, 1 Juni 2026. Upacara yang berlangsung di lapangan sekolah itu diikuti oleh guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik dengan penuh khidmat dan rasa kebersamaan.

Mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tersebut menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kembali nilai-nilai persatuan di tengah keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia.

Sejak pagi hari, para peserta upacara telah memadati lapangan sekolah. Pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, hingga doa bersama berlangsung dengan tertib dan penuh penghormatan terhadap dasar negara yang menjadi pemersatu bangsa.

Plt. Kepala UPT SPF SMP Negeri 18 Makassar, Sofyan Haeruddin, S.Pd., M.Pd., yang bertindak sebagai pembina upacara, menegaskan bahwa Pancasila merupakan sumber kekuatan bangsa yang telah terbukti mampu menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa.

Menurutnya, tema Hari Lahir Pancasila tahun ini mengandung pesan mendalam bahwa Pancasila tidak hanya menjadi perekat bangsa Indonesia, tetapi juga merupakan kontribusi nyata Indonesia dalam membangun perdamaian dunia.

“Tema tahun ini mengingatkan kita bahwa Pancasila bukan hanya perekat bangsa, tetapi juga kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia. Di lingkungan sekolah, nilai-nilai Pancasila diwujudkan melalui sikap saling menghargai, musyawarah, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sofyan Haeruddin dalam amanatnya.

Ia juga mengajak seluruh peserta didik untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai luhur bangsa agar tetap hidup dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

Lebih lanjut, Sofyan menegaskan bahwa sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter peserta didik yang berintegritas, menjunjung tinggi toleransi, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di SMP Negeri 18 Makassar pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh warga sekolah dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara nyata. Semangat gotong royong, saling menghargai, dan cinta tanah air diharapkan terus tumbuh dalam diri para siswa sebagai generasi penerus bangsa.

Melalui pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, SMP Negeri 18 Makassar berkomitmen mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, jiwa nasionalisme, serta rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.

Dengan semangat Hari Lahir Pancasila, seluruh keluarga besar SMP Negeri 18 Makassar berharap nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendiri bangsa akan terus hidup dan menjadi pegangan bagi generasi muda dalam mewujudkan Indonesia yang maju, harmonis, dan damai.

Penulis: And