Makassar, Liputan8.id – Sejumlah akun media sosial yang mengaku sebagai kepala sekolah yang baru dilantik pada 23 Juni 2026 ramai memberikan komentar terkait proses seleksi calon kepala sekolah di Kota Makassar.
Dalam kolom komentar sebuah unggahan video yang membahas proses seleksi kepala sekolah, beberapa akun menyampaikan pengalaman mereka selama mengikuti tahapan seleksi.

Salah satu akun bernama Dr. Teten menuliskan bahwa dirinya mengikuti seluruh rangkaian tes hingga dilantik tanpa mengeluarkan biaya.
“Alhamdulillah saya juga dilantik pada tanggal 23 Juni 2026 dan mengikuti seluruh rangkaian tes, namun tak sepeserpun uang saya yang keluar untuk diloloskan,” tulis akun tersebut.
Komentar serupa juga disampaikan akun Munir yang mengaku dilantik melalui prosedur yang berlaku.
“Saya juga dilantik mengikuti prosedur, tidak pernah ada bayar satu rupiah pun. Hemat saya ini rekrutmen paling fair dalam satu dekade,” tulisnya.
Sementara itu, akun lain, suardiabifarah, juga menyatakan bahwa hingga saat ini dirinya tidak pernah menerima permintaan dana apa pun terkait jabatan kepala sekolah.
Komentar-komentar tersebut merupakan pernyataan yang disampaikan oleh masing-masing pemilik akun di media sosial dan mencerminkan pengalaman pribadi mereka. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat verifikasi independen mengenai identitas para pemilik akun maupun seluruh isi pernyataan yang disampaikan.
Di sisi lain, isu mengenai dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah masih menjadi perhatian publik. Karena itu, setiap informasi yang berkembang perlu disikapi secara proporsional dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah serta menunggu hasil klarifikasi maupun proses yang dilakukan oleh pihak berwenang.(tim redaksi)







