MAKASSAR liputan8.id — Pemerintah Kota Makassar menunjukkan komitmennya dalam menata wajah kota dengan tidak hanya melakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL), tetapi juga langsung bergerak melakukan pemulihan infrastruktur di lokasi bekas lapak.
Langkah ini terlihat dari kegiatan pembenahan drainase dan trotoar yang dilakukan di sejumlah titik pasca penertiban. Upaya tersebut menjadi bagian dari penataan kawasan agar kembali tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.

Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), Pemkot Makassar melakukan normalisasi saluran drainase yang sebelumnya tertutup dan terganggu akibat aktivitas lapak liar. Selain itu, trotoar yang sempat rusak maupun tidak berfungsi optimal kini mulai dipulihkan agar kembali bisa dimanfaatkan pejalan kaki.
Salah satu titik yang menjadi fokus penanganan berada di kawasan Jalan Cendrawasih V, Kecamatan Mariso. Di lokasi itu, petugas melakukan pembersihan saluran, pengangkatan material sisa, hingga perbaikan area pedestrian.
Pemerintah Kota menegaskan bahwa penertiban PKL bukan sekadar menata ruang kota, tetapi juga bagian dari upaya mengembalikan fungsi infrastruktur publik sesuai peruntukannya. Dengan drainase yang kembali normal, potensi genangan air saat hujan diharapkan bisa diminimalkan.
Langkah cepat ini mendapat respons positif dari warga sekitar yang berharap penataan kawasan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan demi menciptakan lingkungan yang lebih tertib, aman, dan nyaman.Kalau mau, saya bisa buatkan versi yang lebih formal atau lebih “tajam” untuk portal berita.(hkl)







