Pemkab Lutra
MKSR
Pendidikan

SMPN 37 Makassar Bangun Karakter Siswa Lewat Program “Appaka Baji”, Kolaborasi Jadi Kunci

×

SMPN 37 Makassar Bangun Karakter Siswa Lewat Program “Appaka Baji”, Kolaborasi Jadi Kunci

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR, Liputan8.id – Membentuk anak menjadi pribadi yang baik membutuhkan lebih dari sekadar pelajaran di ruang kelas. Mereka juga perlu dibimbing untuk mengenal dirinya, belajar menghargai orang lain, serta memahami arti tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat itulah yang dihadirkan UPT SPF SMPN 37 Makassar melalui program pendidikan karakter bertajuk “Appaka Baji” yang diperkenalkan pada Rabu (16/9/2026). Program ini menjadi bagian dari upaya sekolah membangun generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.

RS Daya MKSR

Kepala UPT SPF SMPN 37 Makassar, Amir Tika, S.Ag., menegaskan bahwa pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik. Menurutnya, siswa perlu dibekali nilai-nilai positif agar mampu menghadapi berbagai tantangan, baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Baginya, keberhasilan pendidikan bukan hanya tentang nilai yang diperoleh siswa, melainkan juga bagaimana mereka belajar bersikap, menghormati sesama, dan berani bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.

Amir menjelaskan, pembentukan karakter tidak dapat dibebankan kepada sekolah semata. Dukungan keluarga, masyarakat, dan berbagai pihak terkait sangat diperlukan agar nilai-nilai kebaikan yang diajarkan dapat tumbuh secara konsisten dalam kehidupan anak.

Program Appaka Baji pun dirancang melalui empat prioritas utama, yaitu layanan Bimbingan dan Konseling (BK), pelatihan kecakapan hidup atau life skill training, pembinaan bersama mitra TNI dan Polri melalui kegiatan sit-in atau outing class, serta proyek dan refleksi diri.

Melalui layanan BK, siswa mendapatkan ruang pendampingan untuk mengenali potensi diri, memahami persoalan yang dihadapi, dan belajar mengelola emosi. Sementara itu, pelatihan kecakapan hidup diharapkan membantu mereka mengembangkan kemampuan praktis yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Pembinaan bersama mitra TNI dan Polri diarahkan untuk memperkuat kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta kesadaran terhadap aturan. Adapun proyek dan refleksi diri menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk belajar dari pengalaman, mengevaluasi perilaku, dan memperbaiki diri secara bertahap.

Dalam pelaksanaannya, program ini turut melibatkan sejumlah mitra lintas bidang, yakni Kapolsek AKP Asfada, S.E., M.H., Danramil Rohmad Agus Hidayat, S.Sos., perwakilan BNN Provinsi Bambang Wahyudin, S.H., M.Kes., serta psikolog M. R. Putra Andi Maggalatung.

Keterlibatan unsur TNI, Polri, BNN, dan psikolog diharapkan memberikan perspektif yang lebih luas kepada siswa. Mereka tidak hanya belajar tentang kedisiplinan, tetapi juga pentingnya menjaga kesehatan mental, membangun pergaulan yang sehat, serta memahami risiko penyalahgunaan narkoba.

Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sekolah membutuhkan dukungan banyak pihak untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.

Namun, membangun karakter bukanlah pekerjaan yang selesai dalam satu kegiatan. Diperlukan pendampingan yang berkesinambungan, keteladanan dari orang dewasa, serta evaluasi berkala agar nilai-nilai yang diperkenalkan benar-benar menjadi bagian dari kebiasaan siswa.

Karena itu, pihak SMPN 37 Makassar berkomitmen menjaga komunikasi dengan para mitra dan terus mengevaluasi pelaksanaan program. Upaya tersebut diharapkan membuat setiap kegiatan berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat nyata bagi peserta didik.

Nama “Appaka Baji” juga membawa pesan kebaikan yang selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal Bugis-Makassar. Semangat ini mengingatkan pentingnya integritas, perilaku baik, kebersamaan, dan gotong royong dalam membangun kehidupan yang harmonis.

Melalui program tersebut, SMPN 37 Makassar ingin menanamkan pemahaman bahwa menjadi pribadi yang baik dimulai dari tindakan sederhana, seperti menghormati guru dan teman, menaati aturan, berkata jujur, serta bersedia membantu orang lain.

Harapannya, Appaka Baji tidak hanya menjadi program sekolah, tetapi juga tumbuh sebagai budaya positif yang dirasakan dalam keseharian warga sekolah. Dengan dukungan keluarga dan masyarakat, para siswa diharapkan berkembang menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Pada akhirnya, pendidikan karakter adalah proses panjang yang membutuhkan kebersamaan. Melalui semangat Appaka Baji, SMPN 37 Makassar berupaya memastikan bahwa setiap anak tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga bekal moral dan nilai kemanusiaan untuk menjalani masa depannya.(hkl)

DPRD Makassar

Bapenda