Banner Promo
Headline

Senyum Petambak Luwu Utara Merekah, Pupuk Subsidi Perikanan Akhirnya Hadir

×

Senyum Petambak Luwu Utara Merekah, Pupuk Subsidi Perikanan Akhirnya Hadir

Sebarkan artikel ini

LUWU UTARA liputan8.id – Harapan panjang para petambak di Kabupaten Luwu Utara akhirnya mulai terjawab. Untuk pertama kalinya dalam sejarah daerah, sektor perikanan mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi dari pemerintah. Kabar ini disambut penuh syukur oleh masyarakat pesisir yang selama ini berjuang menjaga produktivitas tambak di tengah tingginya biaya produksi.

Di hadapan ratusan petambak yang hadir dalam kegiatan sosialisasi, Andi Abdullah Rahim menyampaikan bahwa pemerintah daerah berhasil mengamankan kuota pupuk subsidi perikanan sebesar 10.905 ton untuk Kabupaten Luwu Utara.

Bagi banyak petambak, bantuan tersebut bukan sekadar angka. Kehadiran pupuk subsidi menjadi harapan baru untuk meningkatkan hasil tambak sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga mereka.

“Ini adalah sejarah bagi Luwu Utara. Jumlah kuota yang kita dapatkan sangat besar dan harus dimanfaatkan dengan baik oleh para petambak,” ujar Andi Abdullah Rahim dengan penuh semangat.

Adapun kuota pupuk subsidi yang diterima terdiri atas 3.537 ton pupuk Urea, 3.721 ton pupuk SP-36, dan 3.647 ton pupuk organik. Pemerintah daerah berharap distribusi pupuk tersebut benar-benar tepat sasaran dan mampu membantu peningkatan produktivitas tambak masyarakat.

Suasana sosialisasi berlangsung hangat. Sejumlah petambak tampak antusias mendengarkan penjelasan pemerintah terkait mekanisme penyaluran pupuk subsidi. Tidak sedikit yang mengaku baru kali ini merasakan perhatian besar terhadap sektor perikanan.

Selama ini, para petambak di wilayah pesisir Luwu Utara harus berjuang menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tingginya harga pupuk hingga kondisi cuaca yang tidak menentu. Karena itu, hadirnya subsidi ini dinilai sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah terhadap kehidupan masyarakat kecil.

Bupati Luwu Utara juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sektor perikanan agar mampu menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah. Menurutnya, potensi tambak dan perikanan di Luwu Utara sangat besar dan perlu didukung secara serius.

“Insya Allah, pasar dan harga komoditas perikanan kita ke depan akan semakin baik. Yang terpenting, masyarakat petambak bisa lebih sejahtera dan semangat mengembangkan usahanya,” tutup Andi Rahim.

Kini, secercah optimisme mulai tumbuh di kawasan pesisir Luwu Utara. Para petambak berharap langkah bersejarah ini menjadi awal dari perhatian yang lebih besar terhadap sektor perikanan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.(hkl)