LUWU UTARA liputan8.id – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus mengintensifkan upaya penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah. Hingga 4 Juni 2026, berbagai langkah strategis dilakukan secara terpadu melalui koordinasi lintas sektor guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi dengan baik.
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, bersama seluruh jajaran pemerintah daerah terus mengawal proses penanganan di lapangan melalui Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Banjir yang telah diaktifkan. Status Tanggap Darurat juga telah ditetapkan agar seluruh langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.
Melalui rapat koordinasi yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, PMI, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR serta seluruh unsur terkait, pemerintah terus memperkuat sinergi dalam percepatan penanganan dan pemulihan wilayah terdampak.
Di lapangan, penyaluran bantuan logistik kepada masyarakat terdampak terus dilakukan, khususnya di Kecamatan Malangke dan sejumlah wilayah lainnya. Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban warga yang saat ini masih menghadapi dampak banjir.
Untuk mendukung mobilitas dan evakuasi masyarakat, sejumlah perahu karet juga telah dikirim ke lokasi terdampak. Kehadiran sarana tersebut sangat membantu proses distribusi bantuan serta memudahkan aktivitas warga di tengah kondisi genangan yang masih terjadi di beberapa titik.
Selain itu, kebutuhan air bersih menjadi perhatian serius pemerintah. PMI bersama PDAM terus mendistribusikan tandon dan melakukan pengisian air bersih bagi masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air layak konsumsi.
Pelayanan kesehatan bagi warga terdampak juga tetap berjalan. Melalui posko kesehatan dan fasilitas kesehatan setempat, tenaga medis terus memberikan pelayanan kepada masyarakat guna mengantisipasi munculnya berbagai penyakit pascabanjir.
Di sektor infrastruktur, pemerintah melakukan asesmen teknis terhadap kerusakan jalan, tanggul, serta sejumlah sarana penghubung antarwilayah yang terdampak. Hasil asesmen tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan dan pemulihan yang lebih permanen.
Posko BPBD Kabupaten Luwu Utara juga terus menerima dan menyalurkan bantuan dari berbagai pihak. Dukungan dari masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta para relawan menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
Saat ini, sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan, di antaranya sembako, air bersih, perbaikan jembatan dan tanggul yang jebol, normalisasi sungai, serta penyediaan geobag, karung, dan terpal untuk mendukung penanganan darurat.
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam membantu masyarakat terdampak banjir. Sinergi antara pemerintah, aparat TNI-Polri, PMI, relawan, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam mempercepat proses pemulihan.
“Semangat gotong royong dan solidaritas kemanusiaan yang ditunjukkan berbagai elemen masyarakat menjadi modal besar bagi Luwu Utara untuk bangkit. Pemerintah akan terus hadir bersama masyarakat hingga kondisi benar-benar pulih,” demikian komitmen yang terus ditegaskan dalam setiap upaya penanganan bencana di Bumi Lamaranginang.
Dengan kebersamaan dan kepedulian semua pihak, diharapkan proses pemulihan pascabanjir dapat berlangsung lebih cepat sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.(hkl)












