TULUNGAGUNG liputan8.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Jumat malam, 10 April 2026. Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan sebanyak 16 orang, termasuk Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya operasi senyap tersebut. Ia menyebutkan bahwa tim penyidik mengamankan sejumlah pihak yang kini tengah menjalani pemeriksaan.
“Tim mengamankan sejumlah 16 orang, salah satunya Bupati Tulungagung,” ujar Budi dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (11/4/2026).
Budi menjelaskan, Gatut Sunu Wibowo telah tiba di Gedung Merah Putih KPK di Jakarta pada pagi hari sekitar pukul 06.50 WIB. Setibanya di lokasi, ia langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik KPK.
Sementara itu, 15 orang lainnya yang turut diamankan masih menjalani pemeriksaan awal di Mapolresta Tulungagung. Hingga saat ini, KPK masih mendalami peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut.
KPK belum mengungkap secara rinci kasus yang menjerat Gatut dan pihak lainnya. Lembaga antirasuah itu memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam OTT tersebut.
Diketahui, Gatut Sunu Wibowo merupakan Bupati Tulungagung hasil Pilkada 2024. Sebelum menjabat sebagai bupati, ia pernah menjadi Wakil Bupati Tulungagung periode 2019–2023.
Dalam perjalanan politiknya, Gatut sempat menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebelum akhirnya bergabung dengan Partai Gerindra menjelang Pilkada 2024. Selain berkiprah di dunia politik, ia juga dikenal sebagai pengusaha di bidang toko bangunan.
Kasus ini menambah daftar panjang kepala daerah yang terjerat operasi tangkap tangan oleh KPK. Masyarakat kini menantikan perkembangan lebih lanjut terkait perkara yang tengah diusut oleh lembaga antirasuah tersebut.(hkl)







