LUWU UTARA liputan8.id – Semangat membangun masyarakat yang lebih maju tidak hanya menjadi tanggung jawab laki-laki. Perempuan juga memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan di berbagai bidang kehidupan. Pesan itu disampaikan Makole Baebunta ke-36, Y.M. Andi Syarifah Muhaeminah Opu Daengna Putri, saat menjadi narasumber dalam Perkaderan Darul Arqam Madya (DAM) se-Indonesia Timur yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Luwu Utara, Rabu (1/7/2026).
Mengangkat tema “Kontribusi Perempuan dalam Membangun Masyarakat Berkemajuan”, forum tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas kader dalam memahami pentingnya kepemimpinan perempuan di tengah dinamika pembangunan.

Dalam paparannya, Andi Syarifah menegaskan bahwa perempuan memiliki potensi besar sebagai agen perubahan. Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam sektor sosial, pendidikan, ekonomi, hingga pemerintahan akan melahirkan masyarakat yang lebih mandiri, inklusif, dan berdaya saing.
“Perempuan bukan sekadar pendukung, melainkan penggerak utama perubahan yang mampu melahirkan generasi unggul dan masyarakat yang berkemajuan,” ujar Makole Baebunta ke-36 di hadapan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia Timur.
Ia juga mengajak para kader IMM untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat integritas, dan berani mengambil peran dalam ruang-ruang pengabdian masyarakat. Menurutnya, kemajuan daerah tidak akan tercapai tanpa kolaborasi yang melibatkan seluruh elemen, termasuk perempuan sebagai pilar penting pembangunan.
Ketua PC IMM Luwu Utara menyampaikan apresiasi atas kehadiran Makole Baebunta ke-36 yang dinilai memberikan inspirasi sekaligus motivasi bagi kader-kader IMM. Sosoknya dianggap mampu menghadirkan perspektif kepemimpinan yang berpijak pada nilai budaya, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Perkaderan Darul Arqam Madya ini diharapkan melahirkan kader-kader pimpinan, khususnya perempuan, yang memiliki wawasan luas, responsif terhadap tantangan zaman, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan daerah.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Diskusi yang terbangun memperlihatkan kuatnya sinergi antara nilai-nilai keislaman, gerakan kemahasiswaan, dan kearifan lokal sebagai fondasi dalam membangun peradaban yang berkemajuan.(hkl)












