Banner Promo
Headline

Luwu Utara Matangkan Strategi Mitigasi Bencana Lewat Penyusunan Dokumen RPB

×

Luwu Utara Matangkan Strategi Mitigasi Bencana Lewat Penyusunan Dokumen RPB

Sebarkan artikel ini

LUWU UTARA liputan8.id— Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana daerah. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan rapat sosialisasi penyusunan Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) yang dihadiri langsung Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim.

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu di wilayah Luwu Utara. Penyusunan dokumen RPB dinilai penting sebagai pedoman utama dalam upaya mitigasi, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana.

Dalam sambutannya, Bupati Andi Rahim menegaskan bahwa penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat terkait, hingga masyarakat.

“Dokumen RPB ini bukan hanya sekadar administrasi, tetapi menjadi dasar penting dalam menyelamatkan masyarakat dan meminimalkan dampak bencana,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman bencana alam, mengingat Luwu Utara merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi kerawanan bencana seperti banjir dan longsor.

Melalui penyusunan dokumen tersebut, Pemkab Luwu Utara berharap seluruh stakeholder memiliki pemahaman dan langkah yang terintegrasi dalam menghadapi situasi darurat. Selain itu, dokumen RPB juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor agar proses penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan terarah.

Langkah ini sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dalam menciptakan daerah yang tangguh bencana serta memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat.

Dengan adanya dokumen RPB yang matang dan terstruktur, Luwu Utara optimistis mampu meningkatkan kesiapsiagaan daerah serta memperkecil risiko kerugian akibat bencana di masa mendatang.(hkl)