MAKASSAR liputan8.id — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara kembali memperoleh dukungan besar untuk pengembangan sektor pertanian. Dalam rapat koordinasi cetak sawah dan mitigasi kekeringan wilayah Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026, Pemkab Luwu Utara menerima bantuan program cetak sawah rakyat seluas 6.773,09 hektare.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Dalton Makassar pada 21–22 Mei 2026 itu diselenggarakan oleh Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas I Makassar sebagai bagian dari percepatan program optimasi lahan pertanian dan mitigasi kekeringan di Sulawesi Selatan.
Bupati Andi Abdullah Rahim hadir langsung mengikuti rapat koordinasi bersama sejumlah kepala daerah lainnya. Pada kesempatan tersebut, ia menerima secara simbolis bantuan cetak sawah rakyat dari pemerintah pusat.
Menurut Andi Rahim, bantuan yang diterima menjadi peluang besar bagi Luwu Utara untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di wilayah pedesaan.
“Bantuan ini adalah amanah yang harus kami jalankan dengan baik. Kami tentu membutuhkan dukungan masyarakat agar program cetak sawah rakyat ini bisa berjalan sukses dan memberikan manfaat nyata,” ujar Andi Rahim.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan program cetak sawah tidak hanya bergantung pada pembukaan lahan baru, tetapi juga harus ditopang dengan infrastruktur pengairan yang memadai. Karena itu, Pemkab Luwu Utara berharap dukungan dari Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang serta Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam penyediaan jaringan irigasi bagi lahan pertanian baru tersebut.
Menurutnya, ketersediaan irigasi menjadi faktor penting agar lahan hasil cetak sawah dapat produktif sepanjang tahun dan tidak hanya bergantung pada musim hujan.
“Kami yakin dengan adanya cetak sawah ini, lahan pertanian di Luwu Utara akan semakin optimal dan mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” tambahnya.
Program cetak sawah rakyat sendiri diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru bagi warga, meningkatkan produksi pangan daerah, sekaligus memperkuat posisi Luwu Utara sebagai salah satu daerah penyangga sektor pertanian di Sulawesi Selatan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 1403 Palopo Letkol Inf. Windra, Kapolres Luwu Utara AKBP Nugraha Pamungkas, Kadis Pertanian Pasalongan, Kadis DPUTRPKP2 Sofyan Burhan, serta Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Fitriani Bakri.(hkl)












