LUWU UTARA liputan8.id – Kepedulian terhadap keluarga aparatur yang ditinggalkan kembali ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara. Usai memimpin Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN), Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim menyerahkan santunan BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp213 juta kepada tiga ahli waris aparatur pemerintah, Jumat (17/7/2026).
Santunan tersebut diberikan sebagai bentuk perlindungan jaminan sosial bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Rinciannya, sebesar Rp129 juta diserahkan kepada ahli waris almarhum Mahendra Nurhasyim, PPPK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara masing-masing Rp42 juta diberikan kepada ahli waris almarhumah Lenni Helsa dan almarhum Hasrun yang diwakili oleh kepala perangkat daerah terkait.

Dalam sambutannya, Bupati Andi Rahim menegaskan bahwa jaminan sosial merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada aparatur beserta keluarganya ketika menghadapi risiko pekerjaan maupun musibah.
“Ini merupakan bentuk perhatian dan komitmen kita bersama untuk memastikan hak-hak peserta dan keluarganya terpenuhi,” tegas Andi Rahim.
Selain menyerahkan santunan, Bupati juga mengajak seluruh aparatur sipil negara, TNI, Polri, dan unsur penegak hukum untuk terus memperkuat sinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, tantangan pembangunan yang semakin kompleks hanya dapat dijawab melalui kolaborasi dan kekompakan seluruh elemen pemerintahan.
Ia menekankan bahwa pelayanan publik yang berkualitas tidak akan terwujud apabila setiap instansi berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta terus membangun koordinasi dan menghadirkan pelayanan yang cepat, profesional, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Penyerahan santunan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Utara dalam memastikan setiap aparatur memperoleh perlindungan sosial yang layak. Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan diharapkan tidak hanya memberikan rasa aman bagi para pekerja, tetapi juga menjadi penopang bagi keluarga yang ditinggalkan ketika menghadapi musibah.(hkl)












