MAKASSAR, Liputan8.id – Membaca bukan sekadar mengeja kata demi kata, tetapi juga memahami makna, menggali pesan, dan melatih kemampuan berpikir kritis. Semangat inilah yang menjadi dasar pelaksanaan Workshop Literasi Generasi Juara yang digelar Ekstrakurikuler Sahabat Literasi UPT SPF SMP Negeri 2 Makassar.
Mengusung tema “Cerdas Memahami Teks, Bukan Sekadar Membaca”, kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Erlangga, Jalan Hertasning Raya Nomor 50 A, Makassar, Sabtu (29/8/2026). Lebih dari 50 peserta didik mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari upaya mengembangkan kemampuan literasi di lingkungan sekolah.

Workshop tersebut menjadi ruang belajar bagi siswa untuk memperluas wawasan, mengasah daya pikir, serta membangun kebiasaan membaca yang lebih bermakna. Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan tidak hanya mampu membaca sebuah teks, tetapi juga memahami isi dan pesan yang disampaikan.
Kepala UPT SPF SMP Negeri 2 Makassar, Dr. Satwika Trianti Ngandoh, S.Si., M.Pd., mengatakan bahwa workshop ini bertujuan melatih siswa agar mampu berpikir kritis dalam memahami bacaan secara mendalam.
Menurutnya, kemampuan memahami teks merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran. Siswa perlu dibiasakan untuk mencermati informasi, menangkap inti bacaan, serta mengembangkan pemikiran berdasarkan apa yang mereka pelajari.
“Tujuan workshop ini untuk melatih siswa agar mampu berpikir kritis dalam memahami isi bacaan atau teks secara mendalam,” ungkapnya.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat menumbuhkan minat baca sekaligus memperkuat budaya membaca dan menulis di lingkungan sekolah. Dengan kebiasaan literasi yang baik, siswa memiliki kesempatan lebih luas untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan berkomunikasi.
“Ini menjadi wadah pengembangan bakat literasi bagi para peserta didik,” pungkas kepala sekolah yang dikenal ramah dan disiplin tersebut.
Bagi para siswa, kegiatan literasi bukan hanya tentang buku dan tulisan. Lebih dari itu, literasi membuka kesempatan untuk mengenali potensi diri, belajar menyampaikan pendapat, serta membangun keberanian dalam mengungkapkan gagasan secara runtut dan bertanggung jawab.
Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital, kemampuan memahami teks secara kritis juga semakin dibutuhkan. Siswa perlu belajar membedakan informasi yang dapat dipercaya, memahami konteks bacaan, dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum mencermati isi informasi secara utuh.
Karena itu, penguatan literasi perlu menjadi kebiasaan yang tumbuh secara berkelanjutan, bukan hanya melalui kegiatan sesaat. Dukungan guru, lingkungan sekolah, dan keluarga dapat membantu siswa menjadikan membaca dan menulis sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Keberadaan Ekstrakurikuler Sahabat Literasi di SMPN 2 Makassar menjadi salah satu ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan minat dan bakatnya. Melalui kegiatan yang edukatif, siswa diharapkan semakin percaya diri dalam belajar, berkarya, dan mengeksplorasi berbagai pengetahuan baru.
Workshop Literasi Generasi Juara ini pun membawa pesan bahwa prestasi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana: membaca dengan saksama, bertanya ketika belum memahami, berani menyampaikan pendapat, dan terus belajar dari berbagai sumber.
Melalui kegiatan tersebut, SMPN 2 Makassar berupaya menanamkan pemahaman bahwa generasi juara bukan hanya mereka yang meraih nilai tinggi, tetapi juga mereka yang memiliki rasa ingin tahu, mampu berpikir kritis, dan terus mengembangkan diri.
Semangat literasi diharapkan terus tumbuh di kalangan peserta didik, sehingga lahir generasi muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu memahami, mengolah, dan memanfaatkan pengetahuan untuk meraih masa depan yang lebih baik.(hkl)










