Pemkab Lutra
MKSR
Headline

Appi Minta Ojol Dibebaskan dari Ganjil-Genap BBM, Soroti Tingginya Mobilitas Pengemudi

×

Appi Minta Ojol Dibebaskan dari Ganjil-Genap BBM, Soroti Tingginya Mobilitas Pengemudi

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR liputan8.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi meminta adanya pengecualian bagi pengemudi ojek online (ojol) dalam penerapan kebijakan pembatasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) dengan sistem ganjil-genap.

Permintaan tersebut disampaikan Appi saat mengikuti rapat koordinasi bersama Gubernur Sulawesi Selatan dan pihak Pertamina. Dalam pertemuan itu, ia menyoroti kondisi pengemudi ojol yang memiliki mobilitas tinggi dan menjadikan kendaraan sebagai sumber utama penghasilan.

RS Daya MKSR

Menurut Appi, pengemudi ojol berbeda dengan pengguna kendaraan pribadi pada umumnya. Setiap hari mereka harus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain untuk mengantarkan penumpang maupun pesanan makanan dan barang.

Karena itu, penerapan aturan ganjil-genap yang membatasi akses pembelian BBM dikhawatirkan dapat berdampak langsung terhadap pendapatan para pengemudi ojol.

“Pengemudi ojol ini mobilitasnya sangat tinggi. Kendaraan mereka digunakan untuk mencari nafkah, sehingga perlu ada kebijakan yang mempertimbangkan kondisi tersebut,” ujar Appi dalam rakor tersebut.

Appi berharap pemerintah bersama Pertamina dapat mencari skema yang tetap menjaga ketertiban distribusi BBM bersubsidi, namun tidak membebani masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas berkendara.

Ia menilai pengemudi ojol memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat perkotaan. Selain menyediakan layanan transportasi, ojol juga membantu distribusi makanan, barang, hingga berbagai kebutuhan masyarakat secara cepat.

“Jangan sampai kebijakan yang kita buat untuk menata distribusi BBM justru membuat masyarakat kecil semakin sulit mendapatkan penghasilan,” katanya.

Appi menegaskan, Pemerintah Kota Makassar siap berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan Pertamina untuk mencari solusi terbaik bagi seluruh pihak.

Menurutnya, kebijakan pengendalian BBM tetap penting dilakukan, tetapi implementasinya perlu memperhatikan karakteristik pengguna dan kondisi di lapangan.

Dengan adanya pengecualian atau mekanisme khusus bagi pengemudi ojol, Appi berharap kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi berbasis aplikasi tetap berjalan tanpa mengabaikan upaya pemerintah dalam melakukan pengendalian konsumsi BBM.

Langkah tersebut juga diharapkan dapat memberikan rasa keadilan bagi para pengemudi ojol yang setiap hari bekerja di jalan demi memenuhi kebutuhan keluarga.(hkl)

DPRD Makassar

Bapenda