Pemkab Lutra
Headline

Angkat Kearifan Lokal, SDN Bawakaraeng 1 Lahirkan Inovasi Literasi SIPAMMAMASE

×

Angkat Kearifan Lokal, SDN Bawakaraeng 1 Lahirkan Inovasi Literasi SIPAMMAMASE

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR liputan8.id – UPT SPF SD Negeri Bawakaraeng 1 Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan inovasi pendidikan berbasis kearifan lokal. Kali ini, sekolah yang berlokasi di Jalan Gunung Bawakaraeng Nomor 150 tersebut menghadirkan inovasi literasi bernama SIPAMMAMASE yang dirancang untuk menumbuhkan minat baca sekaligus memperkuat karakter dan kecintaan murid terhadap budaya daerah.

Inovasi ini menjadi langkah lanjutan sekolah dalam membangun lingkungan pendidikan yang kreatif, inklusif, dan ramah anak. Sebelumnya, inovasi Kelas Berbintang yang dikembangkan sekolah tersebut masuk dalam target 45 besar Inovasi Pelayanan Publik KemenPAN-RB.

RS Daya MKSR

SIPAMMAMASE merupakan singkatan dari Sistem Interaktif Pelibatan Anak Memilih, Membaca, Aktivitas, Menulis, Artikulasi, Suara Edukasi. Program ini bertujuan mengubah suasana perpustakaan sekolah menjadi ruang belajar yang lebih hidup, menyenangkan, dan mampu mendorong anak terlibat aktif dalam kegiatan literasi.

Nama SIPAMMAMASE terinspirasi dari nilai budaya Bugis-Makassar, yakni Pammasé yang bermakna kasih sayang. Nilai tersebut berpadu dengan filosofi Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge, yang mengajarkan pentingnya saling memanusiakan, menghargai, dan mengingatkan.

Melalui filosofi tersebut, kegiatan literasi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membangun sikap saling menghargai, kepercayaan diri, serta karakter positif sejak dini.

Empat Program Unggulan SIPAMMAMASE

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, SIPAMMAMASE dikembangkan melalui empat program unggulan yang memberikan pengalaman belajar beragam bagi murid.

Pertama, Lontarak Cilik, kegiatan mendongeng yang mengangkat kearifan lokal dan cerita rakyat Sulawesi Selatan. Program ini membantu anak mengembangkan kemampuan berbicara dan artikulasi sekaligus mengenal kekayaan cerita serta bahasa daerah.

Kedua, Mappasikola Buku, program duta baca sebaya yang mendorong murid berbagi semangat membaca kepada teman-temannya. Melalui kegiatan ini, budaya literasi diharapkan tumbuh dari lingkungan pertemanan dan menjadi kebiasaan sehari-hari.

Ketiga, Pojok Sere, lapak baca santai di luar ruangan dengan menggunakan tikar tradisional. Konsep ini menghadirkan suasana membaca yang lebih santai sehingga murid dapat menikmati buku dalam lingkungan yang nyaman.

Keempat, Barakka Pustaka, program apresiasi bagi murid yang menunjukkan semangat dalam kegiatan literasi. Penghargaan diberikan kepada Bintang Literasi, termasuk melalui pemberian jajanan khas Makassar sebagai bentuk motivasi.

Keempat program tersebut menempatkan murid sebagai bagian aktif dalam membangun budaya literasi. Anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga berani bercerita, menulis, berbagi pengetahuan, dan mengembangkan kreativitas.

Siapkan Perlindungan HAKI

Tidak berhenti pada pelaksanaan program, pihak sekolah juga tengah mempersiapkan pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk inovasi SIPAMMAMASE.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya melindungi karya dan kreativitas para pendidik sekaligus membuka peluang agar inovasi ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain.

Perwakilan sekolah menyampaikan bahwa SIPAMMAMASE merupakan hasil kreativitas guru yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan literasi murid melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan dan budaya setempat.

“SIPAMMAMASE ini bukan sekadar program literasi, tetapi juga karya intelektual guru-guru kami. Melalui pengajuan HAKI, kami ingin memastikan inovasi ini mendapatkan perlindungan hukum dan dapat menjadi model yang direplikasi sekolah lain melalui mekanisme yang sesuai,” ujarnya.

Rencana perlindungan tersebut mengacu pada ketentuan kekayaan intelektual, termasuk Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, dengan tetap menyesuaikan jenis karya dan persyaratan pendaftaran yang berlaku.

Pengajuan direncanakan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Pengembangan SIPAMMAMASE juga sejalan dengan semangat 18 Revolusi Pendidikan Kota Makassar yang mendorong terwujudnya sekolah berkarakter, berbudaya, dan berkualitas.

Melalui inovasi ini, SD Negeri Bawakaraeng 1 Makassar berharap literasi menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi setiap murid. Lebih dari sekadar mengenalkan buku, sekolah ingin menumbuhkan generasi yang gemar membaca, berani menyampaikan gagasan, serta tetap mengenal dan mencintai budaya leluhurnya.

Sebab, ketika literasi dibangun dengan kasih sayang dan kearifan lokal, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk bertumbuh, berkarya, dan membangun karakter.(hkl)

DPRD Makassar

Bapenda