LUWU UTARA liputan8.id — Kesadaran akan pentingnya penggunaan pestisida yang aman dan tepat terus digaungkan di Kabupaten Luwu Utara. Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (ALISHTER) bersama Dinas Pertanian Luwu Utara menggelar Pelatihan Pestisida Terbatas yang melibatkan ratusan penyuluh pertanian dan petani dari berbagai wilayah.
Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Desa Mappedeceng itu menjadi perhatian karena tidak hanya membahas teori pertanian modern, tetapi juga menitikberatkan pada keselamatan petani serta perlindungan lingkungan dari dampak penggunaan pestisida yang tidak sesuai aturan.
Sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan tersebut, terdiri dari Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), hingga perwakilan kelompok tani. Mereka mendapatkan pembekalan langsung mengenai tata cara penggunaan herbisida yang benar, teknik penyemprotan aman, hingga penanganan limbah pestisida.
Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Luwu Utara, Risman, mengatakan pelatihan ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman petani terhadap risiko penggunaan pestisida secara sembarangan.
“Masih banyak petani yang belum memahami standar penggunaan pestisida yang aman. Padahal jika salah digunakan, dampaknya bisa berbahaya bagi kesehatan maupun lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kapasitas penyuluh dan petani menjadi langkah strategis dalam mendukung pertanian yang produktif sekaligus berkelanjutan di Luwu Utara.
Sementara itu, Ketua Umum ALISHTER, Mulyadi Benteng, menyebut kegiatan di Luwu Utara merupakan bagian dari program nasional yang telah berjalan sejak 2016 dan kini telah memasuki pelatihan ke-413.
Ia menegaskan bahwa herbisida memang membantu meningkatkan efisiensi pertanian, namun harus digunakan secara bijak dan sesuai prosedur.
“Herbisida adalah teknologi pertanian yang membantu petani, tetapi penggunaannya harus dipahami dengan baik agar tidak menimbulkan dampak negatif,” jelasnya.
Tidak hanya pemaparan materi di dalam ruangan, peserta juga diajak melakukan simulasi langsung di lapangan. Mereka mempraktikkan cara kalibrasi alat semprot, penggunaan alat pelindung diri, hingga teknik penyemprotan yang efektif dan aman.
Suasana pelatihan berlangsung antusias. Para peserta aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait kendala penggunaan pestisida di lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir penyuluh dan petani yang lebih kompeten, sadar keselamatan kerja, serta mampu menerapkan praktik pertanian yang lebih sehat dan ramah lingkungan demi mendukung ketahanan pangan di Luwu Utara.(hkl)












