MAKASSAR liputan8.id – Semarak memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa di UPT SPF SMPN 40 Makassar. Sekolah tersebut menggelar Pentas Olahraga dan Seni (Porseni) yang diikuti para siswa dengan penuh antusias.
Kegiatan Porseni berlangsung selama enam hari, mulai 10 hingga 15 Agustus 2026. Beragam perlombaan seni dan olahraga disiapkan untuk memberikan ruang kepada siswa menyalurkan bakat sekaligus mempererat kebersamaan.

Kepala SMPN 40 Makassar, Nurhadiawati, S.Pd., M.Pd., mengatakan Porseni tidak sekadar menjadi ajang hiburan dalam menyambut HUT Kemerdekaan, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Menurutnya, melalui kegiatan tersebut siswa didorong untuk membangun silaturahmi, meningkatkan kedisiplinan, belajar sportif, mandiri, serta berani menunjukkan kemampuan dan bakat yang dimiliki.
“Porseni ini kami laksanakan agar anak-anak bisa tetap menjalin silaturahmi antara siswa satu dengan siswa yang lainnya agar semakin erat. Sekaligus membentuk karakter peserta didik agar lebih disiplin, sportif, mandiri, dan meningkatkan bakat serta minat,” ujar Nurhadiawati.
Sejumlah perlombaan turut memeriahkan kegiatan, di antaranya lomba kebersihan kelas, devile, tarik tambang, lari balok, sarung sambung, joget balon, lari karung, nyanyi solo, sambung lagu hingga fashion show.
Tidak hanya siswa, para guru SMPN 40 Makassar juga ikut ambil bagian dalam memeriahkan peringatan HUT RI. Setelah upacara bendera pada 17 Agustus, para guru dijadwalkan mengikuti lomba joget balon.
Nurhadiawati mengapresiasi antusiasme siswa dan guru yang ikut menyukseskan rangkaian kegiatan. Ia berharap momentum Porseni dapat menjadi pengalaman menyenangkan sekaligus memberikan pelajaran tentang kerja sama, sportivitas dan rasa percaya diri.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban dan kerapian selama kegiatan berlangsung.
“Harapan kami, para siswa bisa menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban dan kerapian selama kegiatan Porseni berlangsung, serta dapat mengenal kemampuan dirinya masing-masing,” pungkasnya.
Semangat kemerdekaan pun terasa semakin hidup ketika siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung dalam berbagai kegiatan. Porseni menjadi ruang bagi mereka untuk belajar berkompetisi secara sehat sekaligus menikmati kebersamaan di lingkungan sekolah.(*)








