MAKASSAR liputan8.id – Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, mengapresiasi kinerja Pemerintah Kecamatan Ujung Tanah bersama jajaran TP PKK dan para kader dalam mengawal pelaksanaan 10 Program Pokok PKK hingga ke tingkat kelurahan.
Apresiasi tersebut disampaikan Melinda saat menghadiri rangkaian Supervisi, Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan (SMEP) TP PKK Tahun 2026 yang memasuki hari kelima di Kecamatan Ujung Tanah, Jumat (21/8/2026).

Menurut Melinda, SMEP menjadi bagian penting untuk memastikan program PKK tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita ingin memastikan semua program dari 10 Program Pokok PKK ini berjalan dengan baik di setiap wilayah, di kecamatan, dan terutama sampai ke tingkat kelurahan. Kita ingin memastikan semua program PKK betul-betul sampai dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Melinda.
Ia menilai keberadaan kader PKK sangat penting karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat dan menjadi salah satu penggerak berbagai program pemerintah di tingkat bawah.
Melinda pun memberikan apresiasi kepada Camat Ujung Tanah, para lurah, Ketua TP PKK Kecamatan dan Kelurahan, serta seluruh kader yang dinilai konsisten menjalankan program dan merespons kebutuhan masyarakat.
“Keberhasilan program di tingkat kota sangat dipengaruhi oleh kekuatan koordinasi dan dukungan dari tingkat kecamatan hingga kelurahan. Tanpa kerja keras kader di lapangan, berbagai program yang dirancang tidak akan dapat berjalan secara maksimal,” katanya.
Dalam SMEP tersebut, pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian. Melinda mengapresiasi upaya Kecamatan Ujung Tanah memperkuat pemilahan sampah dari sumbernya dan memastikan sampah yang dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanya berupa residu.
Ia juga menilai Ujung Tanah memiliki karakteristik wilayah yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan tersendiri dalam menjalankan berbagai program.
“Camat ini selalu sigap, responsif, dan selalu bisa mengaplikasikan semua program di Kecamatan Ujung Tanah. Kita tahu Kecamatan Ujung Tanah punya wajah sendiri dibandingkan kecamatan-kecamatan lain. Demografinya berbeda dan penduduknya juga unik,” ujarnya.
Camat Ujung Tanah, Andi Unru, mengatakan pihaknya telah memberikan penegasan kepada petugas agar tidak lagi membawa sampah nonresidu ke TPA.
“Alhamdulillah Kecamatan Ujung Tanah sudah tidak melakukan tindakan tersebut. Tentunya, kami sangat tegas dengan petugas kami. Tidak ada lagi sampah selain residu yang dibawa ke TPA,” tegasnya.
Selain pengelolaan lingkungan, Kecamatan Ujung Tanah juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui program ASN Pelopor Penglaris UMKM. Melalui program tersebut, ASN didorong membeli produk UMKM lokal setiap Selasa dan Jumat.
Pembelian dilakukan di wilayah masing-masing, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan. Pelaksanaan program kemudian dilaporkan secara berkala melalui sistem yang telah disiapkan dan menjadi bahan evaluasi pemberdayaan UMKM.
Andi Unru menambahkan, penguatan UMKM, penanganan stunting, hingga pengelolaan lingkungan membutuhkan kolaborasi. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan kader dan masyarakat.
“Kader adalah pihak yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Mereka yang mengetahui kondisi warga dan bisa menjadi penghubung antara pemerintah dengan masyarakat,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan SMEP TP PKK Kota Makassar terhadap TP PKK Kecamatan Ujung Tanah. Pemeriksaan mencakup administrasi dan inovasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK dari Pokja I hingga Pokja IV, termasuk sekretaris dan bendahara.
Usai pemeriksaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian evaluasi. Hasil SMEP menunjukkan capaian yang memuaskan dan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa kolaborasi pemerintah kecamatan, TP PKK, kader dan masyarakat terus diperkuat agar program pemberdayaan benar-benar hadir dan dirasakan ma.(hkl)







