SOPPENG liputan8.id — Keheningan menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Salotungo, Watansoppeng, saat jarum jam tepat menunjukkan pukul 00.00 WITA, Senin (17/8/2026). Di tengah suasana malam, jajaran Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Apel Kehormatan dan Renungan Suci untuk mengenang jasa para pahlawan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian awal peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Soppeng. Suasana berlangsung khidmat ketika seluruh peserta memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan serta mengabdikan diri bagi bangsa dan negara.

Apel dipimpin Komandan Kodim 1423/Soppeng Letkol Inf Eko Yulianto selaku Inspektur Upacara. Prosesi diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, dilanjutkan dengan penyalaan obor di pusara makam.
Cahaya obor yang menerangi kompleks TMP Salotungo di tengah malam menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati generasi saat ini lahir dari perjuangan dan pengorbanan panjang para pendahulu.
TMP Salotungo sendiri menjadi tempat peristirahatan 155 pahlawan. Mereka terdiri atas 45 anggota Angkatan Bersenjata, lima Pegawai Negeri Sipil (PNS), 100 Pejuang Rakyat, serta lima Pahlawan Tak Dikenal.
Usai prosesi penghormatan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ikrar dan doa. Para peserta meneguhkan tekad untuk melanjutkan nilai-nilai perjuangan para pahlawan melalui pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Doa juga dipanjatkan agar seluruh arwah para pahlawan mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.
Apel Kehormatan dan Renungan Suci tersebut turut dihadiri Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng, Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle, Ketua DPRD Soppeng Andi Muhammad Farid, jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Soppeng.
Peserta apel berasal dari berbagai unsur, di antaranya Kodim 1423/Soppeng, Polres Soppeng, Dinas Perhubungan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pemadam Kebakaran, DPRD, dan pejabat struktural Pemkab Soppeng.
Renungan suci di penghujung malam tersebut menjadi momentum bagi masyarakat Soppeng untuk kembali menyadari bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil perjuangan yang dibayar dengan pengorbanan para pahlawan.
Dari TMP Salotungo, semangat kemerdekaan pun kembali diteguhkan: mengenang jasa para pahlawan, menjaga persatuan, dan melanjutkan perjuangan melalui karya serta pengabdian bagi daerah dan Indonesia.(hkl)







