MAKASSAR, Liputan.id – Kepala SMP Negeri 22 Makassar yang baru dilantik, Hartono, S.Pd., menegaskan bahwa proses seleksi calon kepala sekolah yang diikutinya berlangsung secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia membantah adanya praktik bayar-membayar sebagaimana isu yang belakangan ramai diperbincangkan.
Hartono mengungkapkan, sejak mengikuti seluruh tahapan seleksi calon kepala sekolah hingga akhirnya dipercaya memimpin SMP Negeri 22 Makassar, dirinya tidak pernah diminta memberikan uang atau imbalan kepada siapa pun.

“Sejak kami mengikuti seleksi calon kepala sekolah mulai dari awal sampai kami diberi amanah menjadi Kepala SMP Negeri 22 Makassar, kami tidak pernah membayar dan tidak pernah dimintai uang untuk menjadi kepala sekolah,” kata Hartono.
Menurutnya, proses seleksi yang dijalaninya berlangsung sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Seluruh peserta mengikuti tahapan seleksi berdasarkan kemampuan dan persyaratan yang telah ditentukan tanpa ada permintaan biaya di luar ketentuan resmi.
Hartono mengaku terkejut dengan mencuatnya isu dugaan jual beli jabatan yang turut menyeret nama Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kota Makassar, Yunus.
“Saya kaget dengan berita yang beredar. Selama saya mengenal Pak Yunus, beliau adalah orang yang baik, jujur, dan sabar. Dalam proses yang saya jalani, beliau tidak pernah meminta imbalan apa pun,” ujarnya.
Hartono juga mengajak seluruh insan pendidikan di Kota Makassar untuk tetap menjaga integritas, profesionalisme, dan fokus menjalankan tugas dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Kami ingin fokus bekerja, memberikan pelayanan pendidikan terbaik kepada peserta didik, serta menjalankan amanah yang telah diberikan dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.
Di akhir keterangannya, Hartono menyampaikan doa dan dukungannya kepada Yunus agar tetap diberi kekuatan dalam menghadapi persoalan yang tengah menjadi perhatian publik.
“Saya mendoakan Pak Yunus selaku Kabid GTK Dinas Pendidikan Kota Makassar agar senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran dalam menghadapi setiap persoalan. Saya yakin kebenaran pada akhirnya akan terungkap, karena Allah tidak pernah tidur dan selalu memberikan pertolongan kepada hamba-Nya yang tetap bersabar,” tutup Hartono.(hkl)












