MAKASSAR liputan8.id – Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sulawesi Selatan yang juga menjabat sebagai Kepala SMAN 2 Makassar, H. Syafruddin M., S.Pd., M.Pd., membantah isu yang beredar terkait pengunduran diri 326 kepala SMA dan SMK di Sulawesi Selatan.
Pernyataan tersebut disampaikan Syafruddin melalui sambungan telepon WhatsApp saat dihubungi wartawan Liputan8.id, Senin (15/6/2026).
Dalam keterangannya, Syafruddin menegaskan bahwa informasi mengenai pengunduran diri ratusan kepala sekolah tersebut tidak benar dan tidak pernah ada keputusan bersama yang mengarah pada langkah tersebut.
“Informasi terkait pengunduran diri 326 kepala SMA dan SMK di Sulawesi Selatan tidak benar. Tidak pernah ada pernyataan ataupun keputusan bersama mengenai hal tersebut,” tegasnya.
Sebagai Ketua MKKS Sulsel sekaligus Kepala SMAN 2 Makassar, Syafruddin mengatakan para kepala sekolah di Sulawesi Selatan saat ini tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik.
Ia menegaskan, pengurus MKKS Sulsel merasa perlu meluruskan isu yang berkembang agar tidak menimbulkan spekulasi dan kegaduhan di kalangan masyarakat pendidikan.
“Kami sebagai pengurus MKKS Sulawesi Selatan perlu meluruskan isu tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi dan kegaduhan di masyarakat pendidikan. Kami berharap semua pihak dapat menyikapi setiap informasi secara bijak dan mengedepankan klarifikasi sebelum menarik kesimpulan,” ujar Syafruddin.
Menurutnya, komunikasi antara para kepala sekolah dengan berbagai pemangku kepentingan pendidikan selama ini berjalan dengan baik. Karena itu, MKKS Sulsel tetap berkomitmen mendukung upaya perbaikan tata kelola pendidikan serta menjaga iklim pendidikan yang kondusif.
“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi peserta didik. Mari bersama-sama menjaga suasana yang kondusif demi kemajuan pendidikan di Sulawesi Selatan,” pungkasnya.
Pernyataan Ketua MKKS Sulsel tersebut sekaligus menjadi klarifikasi atas kabar yang beredar mengenai adanya pengunduran diri massal 326 kepala SMA dan SMK di Sulawesi Selatan. Hingga saat ini, para kepala sekolah tetap melaksanakan tugasnya sebagaimana mestinya dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di daerah.(hkl)







