MAKASSAR liputan8.id – Delapan mahasiswa program asistensi mengajar dari Universitas Negeri Makassar resmi ditarik dari SMP Negeri 33 Makassar pada Senin, 18 Mei 2026, setelah menuntaskan masa pengabdian selama tiga bulan di lingkungan sekolah. Program asistensi mengajar tersebut menjadi bagian dari penguatan pengalaman lapangan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Selama menjalankan tugas, para mahasiswa aktif mendampingi proses pembelajaran di kelas, membantu guru dalam berbagai kegiatan akademik, serta berinteraksi langsung dengan peserta didik dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah.
Momentum penarikan mahasiswa berlangsung penuh kehangatan dan rasa kekeluargaan. Kebersamaan yang terjalin selama tiga bulan meninggalkan kesan mendalam bagi pihak sekolah maupun mahasiswa yang telah menjalankan tugas asistensi mengajar.
Kepala sekolah SMP Negeri 33 Makassar, Andi Rahayu Cante, S.Pd., M.M., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh mahasiswa atas dedikasi, kerja sama, dan kontribusi positif selama bertugas.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa sangat membantu sekolah dalam mendukung proses pembelajaran serta memberikan semangat baru bagi siswa maupun tenaga pendidik di lingkungan sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada anak-anak mahasiswa yang telah bekerja sama dengan baik bersama keluarga besar SMP Negeri 33 Makassar. Semoga pengalaman selama bertugas di sekolah ini menjadi bekal berharga dalam perjalanan pendidikan dan karier mereka ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan mahasiswa juga menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan ruang belajar sekaligus kesempatan untuk menjalankan tugas asistensi mengajar dengan baik.
Mahasiswa menyebut pengalaman selama berada di SMPN 33 Makassar menjadi pembelajaran berharga, khususnya dalam memahami dinamika dunia pendidikan secara langsung serta membangun hubungan yang baik dengan guru maupun siswa.
“Terkhusus kepada Ibu Kepala Sekolah, kami dari mahasiswa Universitas Negeri Makassar sangat berterima kasih atas dukungan dan arahan selama kami bertugas di sekolah ini. Kami juga memohon maaf apabila selama bertugas terdapat hal-hal yang kurang berkenan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja kepada bapak ibu guru serta adik-adik siswa siswi SMPN 33 Makassar,” ungkap Intan Meliasari
perwakilan mahasiswa.
Penarikan mahasiswa ini menjadi penutup dari perjalanan pengabdian selama tiga bulan yang tidak hanya memberi pengalaman nyata bagi mahasiswa, tetapi juga memperkuat sinergi antara dunia perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Pihak sekolah berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus berlanjut melalui berbagai program kolaborasi pendidikan di masa mendatang.
Suasana haru dan penuh rasa syukur pun mewarnai momen perpisahan tersebut, sebagai bentuk apresiasi atas kebersamaan dan pengalaman yang telah dibangun bersama selama masa tugas berlangsung.
(hkl)







