MAKASSAR liputan8.id–Penerimaan rapor tidak hanya menjadi momen evaluasi akademik, tetapi juga penilaian karakter siswa. Hal ini diterapkan oleh SMPN 15 Makassar melalui inovasi BARRASA (Bersama Menertibkan Murid Berbasis Angka) yang menjadi sistem pembinaan disiplin dan penguatan karakter di sekolah.
Inovasi yang digagas di SMPN 15 Makassar di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Herni Marlinda ini disebut sebagai yang pertama kali diterapkan di sekolah negeri Kota Makassar. Program ini menjadi langkah progresif dalam membangun karakter siswa secara terukur dan berkelanjutan.
Melalui program BARRASA, setiap siswa dibekali 100 poin sebagai nilai awal. Poin tersebut akan berkurang apabila siswa melakukan pelanggaran tata tertib, dengan pengurangan yang disesuaikan berdasarkan indikator jenis pelanggaran. Sebaliknya, siswa yang menunjukkan prestasi atau aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler akan mendapatkan tambahan poin sebagai bentuk apresiasi.
Seluruh guru berperan aktif dalam sistem ini. Setiap guru yang menemukan pelanggaran maupun melihat keaktifan siswa dalam kegiatan positif, langsung melaporkannya melalui link inovasi yang telah disediakan. Laporan tersebut menjadi dasar pemantauan perkembangan karakter siswa secara berkelanjutan.
Pemantauan dilakukan selama tiga bulan dengan melibatkan berbagai pihak, seperti guru Bimbingan Konseling (BK), kesiswaan, serta wali kelas. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dan dijadikan dasar dalam penyusunan deskripsi penilaian karakter pada rapor pendidikan siswa.
Kepala SMPN 15 Makassar, Herni Marlinda, menegaskan bahwa inovasi ini menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter siswa.
“Kami menghadirkan inovasi BARRASA sebagai upaya nyata membangun karakter siswa secara terukur dan berkelanjutan. Melalui sistem poin ini, siswa tidak hanya didorong untuk disiplin, tetapi juga termotivasi untuk aktif dan berprestasi. Ini menjadi langkah awal untuk menciptakan budaya positif di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Dengan adanya inovasi BARRASA, SMPN 15 Makassar berharap mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih tertib, disiplin, serta mendorong siswa untuk aktif dalam berbagai kegiatan positif. Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam menerapkan sistem penilaian karakter yang lebih komprehensif.(hkl)











