Banner Promo
Daerah

Tekan Darurat Sampah, Pemkot Makassar Perkuat Armada dan Infrastruktur TPA Antang

×

Tekan Darurat Sampah, Pemkot Makassar Perkuat Armada dan Infrastruktur TPA Antang

Sebarkan artikel ini

Makassar liputan8.id – Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar (DLH) mempercepat langkah penanganan persoalan sampah dengan memperkuat armada pengangkut, memperbaiki alat berat, serta menata ulang infrastruktur di Tempat Pembuangan Akhir Antang. Upaya ini dilakukan untuk mengatasi tekanan volume sampah yang terus meningkat di kota tersebut.

Kepala DLH Kota Makassar, Helmy Budiman, mengatakan bahwa penanganan sampah kini menjadi prioritas utama pemerintah kota, terutama di TPA Antang yang menjadi pusat pembuangan akhir sampah. Ia menjelaskan, pihaknya telah mengajukan dukungan anggaran dan program pembenahan menyeluruh melalui koordinasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah Kota Makassar.

“Menjawab persoalan di TPA, kami telah mengusulkan pembenahan menyeluruh. Mulai dari penguatan armada, perbaikan alat berat, hingga penataan kembali timbunan sampah,” ujar Helmy, Senin (13/4/2026).

Helmy mengungkapkan, saat ini anggaran pengelolaan TPA masih sangat terbatas, sekitar Rp10 miliar. Angka tersebut dinilai belum ideal jika dibandingkan kebutuhan untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah modern yang membutuhkan dukungan pendanaan lebih besar.

Salah satu fokus utama pembenahan adalah perubahan sistem pengelolaan dari metode open dumping menuju sanitary landfill. Peralihan sistem ini dinilai penting untuk mengendalikan dampak lingkungan, termasuk pencemaran air lindi dan gangguan terhadap lingkungan sekitar.

Selain pembenahan di TPA, DLH juga mendorong penguatan pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Upaya ini dilakukan melalui distribusi komposter ke tingkat RT/RW, penguatan bank sampah, serta pengembangan TPS 3R dan pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Langkah ini juga menjadi bagian dari persiapan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah Makassar Raya (PSEL Makassar Raya), yang diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi beban TPA sekaligus mengubah sampah menjadi sumber energi terbarukan.

Helmy menegaskan bahwa pengurangan sampah harus dimulai dari hulu, yakni melalui pemilahan sejak dari rumah tangga. Tanpa peran aktif masyarakat dan wilayah, pengurangan sampah ke TPA dinilai sulit tercapai.

“Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Peran kecamatan, kelurahan, hingga RT/RW sangat penting dalam memastikan pengurangan sampah berjalan efektif.(hkl)

DPRD Makassar