JAKARTA liputan8.id – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus memperkuat langkah menuju kemandirian energi berbasis sumber daya terbarukan. Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, saat melakukan audiensi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang diterima Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Ahmad Amiruddin, ST., MSc., Ph.D.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati memaparkan besarnya potensi energi yang dimiliki Kabupaten Luwu Utara, terutama potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung pemerintah pusat agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain membahas pengembangan energi terbarukan, Andi Abdullah Rahim juga menyampaikan kebutuhan mendesak pembangunan infrastruktur kelistrikan di sejumlah wilayah terpencil. Hingga saat ini, beberapa desa di Kecamatan Seko dan Kecamatan Rampi masih berstatus off-grid, sehingga belum menikmati layanan listrik yang terhubung dengan jaringan nasional.
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara siap bekerja sama dengan Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) dalam mengembangkan potensi energi air dan tenaga surya yang dimiliki daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses listrik bagi masyarakat yang selama ini masih hidup dengan keterbatasan pasokan energi.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Luwu Utara juga menyatakan komitmennya menyiapkan lahan untuk pembangunan PLTS terpusat di Kecamatan Seko dan Rampi. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program elektrifikasi di wilayah yang selama ini sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.
“Kami berharap Kementerian ESDM dapat memberikan dukungan agar daerah-daerah terpencil di Luwu Utara segera diterangi energi terbarukan melalui pembangunan PLTS terpusat. Pemerintah daerah siap mendukung penuh, termasuk menyiapkan lahan yang dibutuhkan,” ujar Andi Abdullah Rahim.
Ia menegaskan, menghadirkan listrik bagi seluruh masyarakat merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Menurutnya, akses listrik bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi penggerak pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berharap sinergi dengan Kementerian ESDM dan PLN dapat segera diwujudkan dalam program nyata, sehingga seluruh wilayah off-grid, khususnya di Kecamatan Seko dan Rampi, dapat menikmati akses listrik yang andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Apabila tersedia hasil atau tanggapan resmi dari Kementerian ESDM dalam audiensi tersebut, pernyataan itu dapat ditambahkan untuk memperkaya dan menyeimbangkan isi berita.Berikut naskah berita yang telah disusun dengan gaya humanis, mengalir, dan siap tayang.
Menulis
Luwu Utara Siap Kembangkan PLTA dan PLTS, Bupati Minta Dukungan ESDM
JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus memperkuat langkah menuju kemandirian energi berbasis sumber daya terbarukan. Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, saat melakukan audiensi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang diterima Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Ahmad Amiruddin, ST., MSc., Ph.D.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati memaparkan besarnya potensi energi yang dimiliki Kabupaten Luwu Utara, terutama potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung pemerintah pusat agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain membahas pengembangan energi terbarukan, Andi Abdullah Rahim juga menyampaikan kebutuhan mendesak pembangunan infrastruktur kelistrikan di sejumlah wilayah terpencil. Hingga saat ini, beberapa desa di Kecamatan Seko dan Kecamatan Rampi masih berstatus off-grid, sehingga belum menikmati layanan listrik yang terhubung dengan jaringan nasional.
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara siap bekerja sama dengan Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) dalam mengembangkan potensi energi air dan tenaga surya yang dimiliki daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses listrik bagi masyarakat yang selama ini masih hidup dengan keterbatasan pasokan energi.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Luwu Utara juga menyatakan komitmennya menyiapkan lahan untuk pembangunan PLTS terpusat di Kecamatan Seko dan Rampi. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program elektrifikasi di wilayah yang selama ini sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.
“Kami berharap Kementerian ESDM dapat memberikan dukungan agar daerah-daerah terpencil di Luwu Utara segera diterangi energi terbarukan melalui pembangunan PLTS terpusat. Pemerintah daerah siap mendukung penuh, termasuk menyiapkan lahan yang dibutuhkan,” ujar Andi Abdullah Rahim.
Ia menegaskan, menghadirkan listrik bagi seluruh masyarakat merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Menurutnya, akses listrik bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi penggerak pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berharap sinergi dengan Kementerian ESDM dan PLN dapat segera diwujudkan dalam program nyata, sehingga seluruh wilayah off-grid, khususnya di Kecamatan Seko dan Rampi, dapat menikmati akses listrik yang andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Apabila tersedia hasil atau tanggapan resmi dari Kementerian ESDM dalam audiensi tersebut, pernyataan itu dapat ditambahkan untuk memperkaya dan menyeimbangkan isi berita.Berikut naskah berita yang telah disusun dengan gaya humanis, mengalir, dan siap tayang.
Menulis
Luwu Utara Siap Kembangkan PLTA dan PLTS, Bupati Minta Dukungan ESDM
JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus memperkuat langkah menuju kemandirian energi berbasis sumber daya terbarukan. Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, saat melakukan audiensi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yang diterima Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Ahmad Amiruddin, ST., MSc., Ph.D.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati memaparkan besarnya potensi energi yang dimiliki Kabupaten Luwu Utara, terutama potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung pemerintah pusat agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain membahas pengembangan energi terbarukan, Andi Abdullah Rahim juga menyampaikan kebutuhan mendesak pembangunan infrastruktur kelistrikan di sejumlah wilayah terpencil. Hingga saat ini, beberapa desa di Kecamatan Seko dan Kecamatan Rampi masih berstatus off-grid, sehingga belum menikmati layanan listrik yang terhubung dengan jaringan nasional.
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara siap bekerja sama dengan Kementerian ESDM dan PT PLN (Persero) dalam mengembangkan potensi energi air dan tenaga surya yang dimiliki daerah. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses listrik bagi masyarakat yang selama ini masih hidup dengan keterbatasan pasokan energi.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Luwu Utara juga menyatakan komitmennya menyiapkan lahan untuk pembangunan PLTS terpusat di Kecamatan Seko dan Rampi. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program elektrifikasi di wilayah yang selama ini sulit dijangkau jaringan listrik konvensional.
“Kami berharap Kementerian ESDM dapat memberikan dukungan agar daerah-daerah terpencil di Luwu Utara segera diterangi energi terbarukan melalui pembangunan PLTS terpusat. Pemerintah daerah siap mendukung penuh, termasuk menyiapkan lahan yang dibutuhkan,” ujar Andi Abdullah Rahim.
Ia menegaskan, menghadirkan listrik bagi seluruh masyarakat merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Menurutnya, akses listrik bukan hanya kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi penggerak pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berharap sinergi dengan Kementerian ESDM dan PLN dapat segera diwujudkan dalam program nyata, sehingga seluruh wilayah off-grid, khususnya di Kecamatan Seko dan Rampi, dapat menikmati akses listrik yang andal, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.(hkl)







