MAKASSAR liputan.id – Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan resmi menetapkan para pemenang Festival Musikalisasi Puisi Tingkat SMA/Sederajat se-Provinsi Sulawesi Selatan dan Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan Nomor 0887/T/G5.14/BS.00.00/2026 yang ditetapkan pada 17 Juni 2026.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan, Toha Machsum, S.Ag., M.Ag., mengatakan bahwa festival tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap sastra di kalangan siswa SMA/sederajat di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

“Berkembangnya apresiasi sastra di kalangan generasi muda menjadi salah satu tujuan utama kegiatan ini. Festival Musikalisasi Puisi diharapkan mampu mendorong lahirnya kreativitas dan kecintaan terhadap karya sastra Indonesia,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, SMA Negeri 1 Tana Toraja berhasil meraih nilai tertinggi tingkat cabang dinas di Sulawesi Selatan dengan skor 86,02. Posisi berikutnya ditempati SMA Negeri 2 Makassar dengan nilai 84,05, serta SMA Negeri 1 Palopo dengan nilai 83,68.
Adapun sekolah-sekolah yang menjadi pemenang tingkat cabang dinas di Sulawesi Selatan meliputi:
SMA Negeri 2 Makassar
SMA Negeri 15 Makassar
SMK Negeri 9 Makassar
SMA Negeri 1 Gowa
SMA Negeri 1 Bone
SMA Negeri 2 Sidenreng Rappang
SMA Negeri 1 Bulukumba
SMA Negeri 12 Sinjai
SMA Negeri 1 Kepulauan Selayar
MA Negeri Jeneponto
SMK Negeri 1 Pinrang
SMA Negeri 1 Tana Toraja
SMA Negeri 1 Toraja Utara
SMA Negeri 1 Palopo
SMA Negeri 3 Luwu Timur
SMA YPS Soroako
Sementara itu, di Provinsi Sulawesi Barat, SMA Negeri 1 Mamasa menjadi peraih nilai tertinggi dengan skor 80,70. Disusul oleh SMA Negeri 1 Mamuju dengan nilai 72,74, SMA Negeri 1 Polewali dengan nilai 71,54, serta SMA Negeri 3 Majene dengan nilai 65,29.
Keputusan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan tersebut mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dan bersifat final.
Festival Musikalisasi Puisi merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membina dan mengembangkan apresiasi sastra di kalangan generasi muda. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi para siswa untuk mengekspresikan kreativitas melalui perpaduan seni puisi dan musik.(hkl)







