MAKASSAR, liputan8.id — Setahun kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menunjukkan percepatan signifikan di sektor infrastruktur dasar. Pemerintah Kota Makassar menuntaskan ratusan ruas jalan dan menyiapkan pembangunan jembatan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah.
Fokus pembangunan tidak hanya menyasar jalan utama, tetapi juga lorong-lorong permukiman padat penduduk guna memastikan pemerataan manfaat pembangunan.
2025: 241 Ruas Jalan Ditangani
Sepanjang Tahun Anggaran 2025, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar mencatat:
105 ruas jalan aspal ditangani melalui belanja modal
1 ruas jalan melalui skema belanja hibah
135 ruas jalan lingkungan/lorong dibenahi
Total 241 ruas jalan tersentuh program perbaikan dan peningkatan kualitas.
Kepala Dinas PU Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, menegaskan kebijakan ini merupakan arahan langsung pimpinan daerah agar pembangunan tidak terpusat di kawasan protokol saja.“Sejak awal masa kepemimpinan Bapak Wali Kota, penanganan jalan difokuskan pada pemerataan akses dan peningkatan mobilitas warga,” ujarnya, Jumat (20/2).
2026: 95 Jalan Aspal dan 118 Lorong Disiapkan
Memasuki Tahun Anggaran 2026, program infrastruktur dilanjutkan dengan skala besar:
95 ruas jalan aspal dalam tahap persiapan kontrak
118 ruas jalan lingkungan/lorong dianggarkan untuk paving
1 ruas jalan lingkungan di Pulau Langkai direncanakan, namun belum terlaksana karena tidak ada penyedia jasa yang lolos evaluasi
Sebanyak 13 kecamatan menjadi lokasi pekerjaan, yakni Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang, Manggala, Rappocini, Makassar, Mamajang, Tamalate, Mariso, Bontoala, Ujung Tanah, Tallo, dan Sangkarang.
Kecamatan Manggala tercatat sebagai wilayah dengan rencana konstruksi terbanyak, mencapai 12 ruas jalan baru.
Program Strategis: Akses TPA hingga Pedestrian
Selain jalan lingkungan dan aspal, Pemkot menyiapkan sejumlah proyek prioritas 2026:
Pembangunan jalan akses menuju TPA Tamangapa Antang senilai Rp10,63 miliar
Penataan pedestrian di dua ruas jalan sebesar Rp12,65 miliar
Rehabilitasi jalan aspal Rp75,48 miliar untuk 95 ruas
Konstruksi jalan baru Rp34,36 miliar untuk 24 ruas (menunggu penyelesaian DED)
Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan kelancaran aktivitas ekonomi warga.
Empat Jembatan Dikebut
Pemkot juga mengalokasikan Rp4,91 miliar untuk pembangunan empat unit jembatan. Dua jembatan saat ini dalam tahap persiapan tender, sementara dua lainnya masih pada tahap penyusunan dokumen perencanaan.
Pembangunan jembatan dinilai strategis untuk mengurangi hambatan mobilitas di titik rawan genangan dan memperkuat konektivitas antarpermukiman.
Infrastruktur Jadi Fondasi
Capaian setahun ini menegaskan infrastruktur sebagai fondasi utama pembangunan kota di era kepemimpinan Munafri–Aliyah. Pemerataan akses, peningkatan kualitas jalan, dan penguatan konektivitas menjadi strategi untuk mendorong pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
“Pemerintah berkomitmen memastikan pembangunan infrastruktur berjalan merata dan berkelanjutan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Zuhaelsi.
Dengan agenda berkelanjutan pada 2026, Pemkot Makassar optimistis konektivitas kota semakin kuat dan kualitas hidup warga terus meningkat. (red)







