Makassar, Liputan8.id,– Upaya pembenahan pelayanan perizinan dan pengadaan sarana melaut yang dilakukan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Selatan terus menuai apresiasi dari masyarakat nelayan.Inovasi ini dinilai membawa perubahan signifikan dalam memangkas proses birokrasi yang sebelumnya kerap dianggap rumit dan memakan waktu.
Di bawah arahan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Dr. M. Ilyas, ST, M.Sc, jajaran DKP Sulsel mendorong percepatan pelayanan publik yang lebih transparan dan efisien. Peran strategis juga terlihat dari Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, Dr. Hj. Sitti Masniah Djbir, S.Pi., M.P., dan juga sebagai Plt. Kepala Bidang Penangkapan Ikan, yang aktif mengawal inovasi teknis di lapangan, khususnya dalam penyederhanaan alur perizinan serta peningkatan kualitas layanan kepada nelayan.
Sejumlah nelayan mengaku kini proses pengurusan izin pelayaran jauh lebih mudah dan tidak lagi berbelit. Waktu tunggu yang sebelumnya cukup lama kini dapat dipangkas, sehingga para nelayan dapat lebih fokus pada aktivitas produksi di laut tanpa harus direpotkan urusan administrasi yang berulang.
Selain itu, dukungan terhadap pengadaan sarana melaut menjadi poin penting yang turut mendapat sorotan positif. Fasilitas yang lebih layak dan tertata dinilai mampu meningkatkan produktivitas sekaligus keselamatan kerja nelayan saat berlayar. Kepastian dokumen perizinan juga memberikan rasa aman serta jaminan legalitas dalam menjalankan usaha perikanan.
Tokoh masyarakat pesisir menilai langkah DKP Sulsel ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar ekonomi Sulawesi Selatan. Inovasi pelayanan publik yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat bawah dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Masyarakat berharap inovasi pelayanan perizinan dan pengadaan sarana melaut tersebut dapat terus ditingkatkan dan dijaga konsistensinya. Dengan pelayanan yang semakin responsif dan berkelanjutan, manfaatnya diharapkan semakin luas dirasakan oleh nelayan di seluruh wilayah Sulawesi Selatan.












