MAKASSAR, Liputan8.id – Masa depan seorang pelajar dibangun melalui pilihan dan kebiasaan sehari-hari. Menyadari pentingnya hal tersebut, Kapolsek Biringkanaya, Kompol Setiawan A. Malik, S.I.K., mengajak siswa SMP Negeri 35 Makassar menjauhi tawuran, perundungan (bullying), penyalahgunaan narkoba, dan judi online.
Pesan tersebut disampaikan saat Kompol Setiawan menjadi pembina upacara bendera di SMP Negeri 35 Makassar, Senin (26/10/2026). Dalam kesempatan itu, ia mengingatkan para siswa agar menjaga pergaulan, menghormati guru dan orang tua, serta menjadikan pendidikan sebagai jalan untuk meraih cita-cita.

Di hadapan para pelajar, Kompol Setiawan menekankan bahwa sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan juga ruang untuk belajar menghargai sesama, membangun kedisiplinan, dan membentuk karakter.
Ia berharap lingkungan sekolah senantiasa menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Setiap anak berhak belajar tanpa rasa takut terhadap ancaman, kekerasan, maupun perundungan dari teman sebaya.
Menurutnya, tawuran bukanlah jalan keluar untuk menyelesaikan persoalan. Kesalahpahaman dan perbedaan pendapat seharusnya diselesaikan melalui komunikasi yang baik, bukan dengan kekerasan yang berpotensi mencederai orang lain dan merusak masa depan pelakunya sendiri.
Kompol Setiawan juga mengingatkan para siswa agar tidak mudah terpengaruh ajakan teman yang mengarah pada tindakan negatif. Keberanian untuk menolak tawuran dan membela teman yang menjadi korban perundungan merupakan bagian dari sikap positif yang perlu ditanamkan sejak dini.
Selain tawuran dan bullying, bahaya penyalahgunaan narkoba turut menjadi perhatian. Ia mengajak para pelajar menjaga diri dari lingkungan pergaulan yang berisiko serta mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Di tengah perkembangan teknologi, para siswa juga diingatkan untuk menggunakan media sosial secara bijak. Mereka diminta tidak menyebarkan berita bohong, tidak melakukan perundungan di ruang digital, serta menjauhi praktik judi online yang dapat membawa dampak buruk bagi kehidupan pribadi dan keluarga.
Pesan lainnya berkaitan dengan keselamatan berlalu lintas. Para siswa diimbau tidak mengendarai kendaraan bermotor apabila belum memenuhi persyaratan usia dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas merupakan bagian dari tanggung jawab untuk melindungi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.
Dalam amanatnya, Kompol Setiawan turut menekankan pentingnya kedisiplinan mengikuti pelajaran, menghormati guru, serta mendengarkan nasihat orang tua. Menurutnya, keberhasilan seorang pelajar tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik, tetapi juga oleh sikap, tanggung jawab, dan kemampuan mengambil keputusan yang tepat.
Ia mengungkapkan, selama kurang lebih enam bulan menjabat sebagai Kapolsek Biringkanaya, pihaknya telah menangani sejumlah kasus yang melibatkan anak usia sekolah, termasuk pelajar tingkat SMP. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa pembinaan dan edukasi kepada generasi muda perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Saya berharap adik-adik semua tidak terlibat dalam aksi tawuran maupun kenakalan remaja lainnya. Jangan sampai masa depan kalian rusak akibat pergaulan yang salah. Kita juga harus belajar dari kejadian tawuran yang menimbulkan korban jiwa. Karena itu, jaga diri, disiplin, hormati guru dan orang tua, serta fokuslah meraih cita-cita,” tegas Kompol Setiawan A. Malik.
Pesan tersebut mengandung harapan agar para siswa tidak hanya memahami aturan, tetapi juga menyadari pentingnya menjaga masa depan mereka sendiri. Dukungan keluarga, perhatian guru, dan lingkungan pertemanan yang sehat menjadi bagian penting dalam membantu remaja melewati masa pertumbuhan.
Melalui kegiatan upacara bendera ini, Polsek Biringkanaya berharap siswa SMP Negeri 35 Makassar semakin memahami bahaya kenakalan remaja dan pentingnya membangun perilaku positif. Para pelajar diharapkan mampu saling menghormati, menjaga kedamaian di lingkungan sekolah, serta menggunakan masa belajar untuk mengembangkan potensi diri.
Sebab, masa depan yang baik tidak dibangun melalui kekerasan atau pergaulan yang salah, melainkan melalui kedisiplinan, kepedulian, kerja keras, dan keberanian memilih hal-hal yang benar.(hkl)








