MAKASSAR, Liputan8.id – Peningkatan mutu pendidikan membutuhkan komitmen dan kolaborasi dari berbagai pihak. Tidak hanya melalui penyediaan sarana dan prasarana, pendidikan berkualitas juga ditentukan oleh kompetensi guru, kepemimpinan kepala sekolah, serta kemampuan satuan pendidikan dalam menjawab tantangan zaman.
Semangat tersebut mengemuka dalam kegiatan Rembuk Pendidikan Jilid 1 yang digelar Badan Koordinasi HMI Sulsel di Ballroom Teater Phinisi, Universitas Negeri Makassar (UNM), Rabu (7/10/2026).

Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, serta para kepala sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Makassar, termasuk Kepala UPT SPF SMP Negeri 18 Makassar, Hj. Sitti Syafariah Buhari, S.Ag., M.A.
Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi mendorong kepala sekolah agar menjadi penggerak perubahan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Makassar.
Menurutnya, tugas kepala sekolah bukan sekadar mengelola administrasi dan memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik. Lebih dari itu, kepala sekolah harus mampu mendorong peningkatan kompetensi guru, membangun lingkungan belajar yang kondusif, serta menghadirkan inovasi yang berdampak positif bagi peserta didik.
“Kalau kita bicara pendidikan, kita tidak hanya bicara tentang infrastruktur pendidikan, tapi kita menginginkan apa yang output yang didapatkan dari kualitas pendidikan yang ada,” ujarnya.
Appi menegaskan, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari kondisi bangunan maupun kelengkapan fasilitas sekolah. Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana proses pembelajaran mampu mengembangkan potensi siswa, membentuk karakter, dan mempersiapkan mereka menghadapi masa depan.
Ia juga mengingatkan kepala sekolah dan guru agar terus meningkatkan kapasitas diri, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan karakter peserta didik yang semakin dinamis.
Menurutnya, guru memiliki peran penting dalam mendampingi siswa, bukan hanya dalam memahami pelajaran, tetapi juga dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama.
Karena itu, kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan perlu dimanfaatkan untuk memperluas wawasan serta meningkatkan profesionalisme tenaga pendidik.
Pemerintah Kota Makassar, lanjutnya, berkomitmen mendukung pengembangan pendidikan melalui berbagai program yang akan dirumuskan bersama Dinas Pendidikan. Dinas Pendidikan juga diharapkan aktif menyampaikan informasi mengenai peluang pendidikan dan pelatihan agar dapat dimanfaatkan oleh kepala sekolah dan guru.
Selain kompetensi, Appi menekankan pentingnya keteladanan dalam membentuk karakter peserta didik. Nilai-nilai positif tidak cukup disampaikan melalui teori di ruang kelas, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari kepala sekolah maupun guru.
Kehadiran Hj. Sitti Syafariah Buhari dalam forum tersebut menjadi bagian dari partisipasi unsur satuan pendidikan dalam membahas tantangan dan arah pengembangan pendidikan di Kota Makassar.
Melalui kegiatan Rembuk Pendidikan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, kepala sekolah, guru, akademisi, praktisi, dan masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas.
Sebab, di balik setiap upaya peningkatan mutu pendidikan, terdapat harapan agar anak-anak mendapatkan lingkungan belajar yang lebih baik, memperoleh kesempatan mengembangkan potensi, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan berdaya saing.
Menutup arahannya, Munafri menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, pemerintah akan menjadi simpul dari elemen pendidikan yang melibatkan seluruh stakeholder yang ada di dalamnya, membuat ini menjadi padu untuk melangkah dan maju secara bersama-sama,” tutupnya.(hkl)








